Gorontalopost, GORONTALO – Suasana di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo, memanas
setelah ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Bone Bolango menggelar aksi demonstrasi.
Baca Juga: Kembali ke Akar Hijau, Sekretaris BNPP Tanam Mangrove di Tepi Pantai Bone Bolango
Mereka datang dengan satu suara: menuntut transparansi dan menyoroti dugaan praktik Korupsi, Kolusi,
dan Nepotisme (KKN) yang disebut-sebut terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
Dalam orasinya, para mahasiswa menyampaikan seruan moral agar aparat penegak hukum bertindak tegas,
tanpa pandang bulu terhadap setiap indikasi pelanggaran hukum di pemerintahan daerah.
Mereka juga mendesak agar Kejati Gorontalo mempercepat proses investigasi atas laporan-laporan yang dinilai merugikan kepentingan publik.
“Kami hadir bukan untuk gaduh, tapi untuk menuntut keadilan bagi rakyat Bone Bolango,” tegas salah satu orator aksi.
Aksi tersebut mendapat tanggapan positif dari pihak Kejaksaan. Perwakilan massa diterima langsung oleh Asisten Intelijen Kejati Gorontalo, Dr. Rudi Iskandar, SH., MH.
Dan menyatakan siap menampung setiap aspirasi dan menjadikannya bahan telaah lebih lanjut.
Langkah dialogis itu menjadi bukti komitmen Kejati dalam menjaga keterbukaan dan transparansi hukum di daerah.
Baca Juga: Tokoh Bone Bolango Ingatkan Ismet–Risman, Berhenti Saling Tekan, Fokus Bangun Daerah
Meski berlangsung dengan semangat tinggi, aksi demonstrasi tersebut berjalan damai dan terkendali. Pengamanan ketat dilakukan oleh jajaran Polres Bone Bolango.
Bersama Polsek Kabila dan Polsek Botupingge, yang memastikan situasi tetap aman tanpa bentrokan.
Di bawah komando Kasat Samapta IPTU Sugiman, S.IP, aparat menerapkan strategi pengamanan yang humanis dan persuasif.
Pendekatan profesional yang diterapkan aparat kepolisian mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa sendiri.
Mereka menilai kehadiran polisi tidak mengintimidasi, melainkan menjaga ruang demokrasi agar aspirasi tersampaikan dengan damai.
Aksi pun berakhir dengan tertib, meninggalkan pesan kuat bahwa suara mahasiswa tetap menjadi bagian penting dalam mengawal akuntabilitas pemerintahan di Bone Bolango.(Antx).
Editor : Azis Manansang