GORONTALO - DPRD Gorontalo menaikkan tensi seleksi lembaga penyiaran daerah dengan menggelar uji kelayakan 14 kandidat KPID.
Tahapan ini bukan lagi soal administratif, melainkan panggung pembuktian kapasitas.
Baca Juga: Legislatif Gorontalo Kritik Mitigasi Harga, 2026 Pemerintah Harus Jadi Sutradara, Bukan Cameo
Hanya kandidat yang lolos seleksi awal yang berhak duduk di kursi pengujian, menandakan proses penyaringan semakin mengerucut dan kompetitif.
Forum ini dipimpin Ketua Komisi I, Fadli Poha, bersama lima legislator lain.
Mereka berperan sebagai penguji yang menakar integritas, rekam pikir, dan kedalaman perspektif tiap kandidat.
Sesi berlangsung seperti “sidang gagasan,” di mana setiap calon diuji bukan sekadar menjawab, tetapi meyakinkan lewat argumentasi.
Komisi I menggali pemahaman calon terhadap regulasi penyiaran dan tantangan ekosistem media yang makin dinamis.
Kandidat diminta memetakan problem faktual seperti disinformasi, digitalisasi siaran, dan keberpihakan media pada kepentingan publik.
Seleksi ini menempatkan mereka sebagai calon “penjaga etika ruang udara daerah.”
Dalam pernyataannya, Fadli menyebut forum ini “bukan karpet merah, melainkan kaca pembesar.”
Setiap kandidat harus memperlihatkan kecakapan teknis sekaligus sensitivitas sosial.
Baca Juga: DPRD Tolak Efisiensi di Kantor Penghubung, Fikram : Ini Soal Wibawa Daerah, Bukan Hemat Anggaran
Komisi I ingin memastikan KPID ke depan diisi oleh figur yang mampu membaca masa depan penyiaran, bukan hanya mengelola siaran hari ini.
Walau beberapa kursi penguji kosong, pimpinan sidang menegaskan forum tetap sah karena kuorum terpenuhi.
Hal ini menegaskan bahwa proses kelembagaan berjalan sesuai tata tertib.
Pesan utamanya jelas, seleksi ini ingin melahirkan komisioner yang bukan hanya kompeten, tetapi juga dipercaya publik. (Mg-02).
Editor : Azis Manansang