Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Sekda Gorontalo Tak Hadir Rapat DPRD, Komisi I Desak Kejelasan Anggaran KIP dan Upah Outsourcing

Azis Manansang • Rabu, 14 Januari 2026 | 02:03 WIB

 

Rapat Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo membahas anggaran KIP dan tenaga outsourcing.(F:Humas-)
Rapat Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo membahas anggaran KIP dan tenaga outsourcing.(F:Humas-)

GORONTALO – Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo menyatakan keprihatinannya

atas ketidakhadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo dalam rapat kerja bersama dinas terkait.

Baca Juga: PETI Dengilo Pohuwato Ancam Keselamatan Warga, Polisi Ingatkan Risiko Banjir dan Longsor

Rapat tersebut membahas persoalan anggaran Komisi Informasi Provinsi (KIP), KPID,

serta keberadaan tenaga outsourcing di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Anggota Komisi I Yeyen Sidiki mengungkapkan, pembahasan tersebut tergolong mendesak

karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan lembaga dan kesejahteraan tenaga kerja.

Diakuinya DPRD menilai persoalan anggaran KIP, KPID, dan tenaga outsourcing harus segera dicarikan solusi

agar dapat ditentukan langkah tindak lanjut yang jelas.

Sehingga itu srikandi Partai Golkar ini, menilai kehadiran Sekda sangat krusial dalam rapat tersebut.

Meski telah diwakili oleh Asisten I, ia menyayangkan ketidakhadiran Sekda sebagai Ketua  Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),

terlebih rapat membahas isu strategis terkait pengelolaan anggaran daerah.

Baca Juga: Robby Hunawa Canangkan Arah Baru Unigo, Fokus Akreditasi Unggul dan Mutu Pendidikan

Selain itu, Yeyen juga menyoroti persoalan tenaga outsourcing di lingkungan Pemprov Gorontalo.

Ia mengungkapkan adanya perbedaan upah di setiap OPD, bahkan sebagian tenaga outsourcing menerima upah di bawah standar

Upah Minimum Provinsi (UMP) serta adanya dugaan potongan oleh pihak ketiga.

Aleg tiga periode ini menegaskan bahwa persoalan tersebut membutuhkan penjelasan yang konkret dan transparan langsung dari Sekda.

Oleh karena itu, Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo berharap dapat menjadwalkan kembali rapat khusus

dengan Sekda agar seluruh persoalan anggaran dan tenaga outsourcing dapat dibahas secara tuntas.(Mg-02)

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #Provinsi Gorontalo #Komisi I DPRD #anggaran KIP Kuliah #Sekda Gorontalo #DPRD PROVINSI