Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Tiga Relima Perpusnas RI Sowan ke Perpusda Gorontalo, Gaungkan Literasi Inklusif

Azis Manansang • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:57 WIB
Melalui kunjungan tersebut, Relima dan Perpustakaan Daerah Gorontalo berkomitmen memperkuat kerja sama dalam menghadirkan berbagai program yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.(F:Ris)
Melalui kunjungan tersebut, Relima dan Perpustakaan Daerah Gorontalo berkomitmen memperkuat kerja sama dalam menghadirkan berbagai program yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.(F:Ris)

Gorontalopost, GORONTALO  – Tiga Relawan Literasi Masyarakat (Relima) program Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. 

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi dalam mengembangkan gerakan literasi yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Gorontalo.

Kunjungan itu berlangsung di  Perpustakaan HB Jassin Provinsi Gorontalo, Jalan Pangeran Hidayat II, Kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Selasa (2/6/2026). 

Ketiga relawan tersebut yakni  Apris Nawu Lokus Kabupaten Bone Bolango, Fitri Fathia Paramita Kinanti Lokus Kota Gorontalo , dan Parmin Ishak Lokus Kabupaten Gorontalo Utara yang telah ditetapkan sebagai Relawan Literasi Masyarakat Tahun 2026 oleh Perpusnas RI.

Kehadiran mereka disambut jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan 
Provinsi Gorontalo dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi.

Dalam pertemuan tersebut, para relawan memperkenalkan program Relima sekaligus menyampaikan rencana advokasi hingga kegiatan literasi yang akan dilaksanakan di wilayah masing-masing.

Fokus utama yang diusung adalah penguatan budaya baca, peningkatan kecakapan literasi masyarakat, serta perluasan akses literasi bagi kelompok rentan dan masyarakat di wilayah terpencil.

Koordinator Relima Provinsi Gorontalo Apris Nawu, mengatakan bahwa gerakan literasi harus mampu menjangkau semua kalangan tanpa terkecuali.

Menurutnya, literasi inklusif menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, berdaya, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami relima bergerak sebagai aktivator dan katalisator. Karena itu, kami ingin 
menggaungkan semangat literasi inklusif yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Relima hadir sebagai mitra strategis perpustakaan dan pemerintah daerah dalam menggerakkan berbagai program literasi berbasis masyarakat.

Kegiatan yang akan dilakukan antara lain kampanye gemar membaca, pendampingan perpustakaan desa/kelurahan, rumah ibadah dan taman bacaan masyarakat, hingga penguatan, edukasi literasi digital.

Sementara itu, pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Ridwan 
Hemeto menyambut baik kehadiran Relima sebagai bagian dari upaya bersama 
membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara relawan dan perpustakaan dinilai penting untuk memperluas jangkauan layanan literasi hingga ke tingkat desa dan komunitas.

Program Relawan Literasi Masyarakat merupakan inisiatif Perpusnas RI yang bertujuan melahirkan agen-agen perubahan di bidang literasi.

Para relawan diharapkan mampu menjadi penggerak, pendamping, sekaligus fasilitator dalam meningkatkan budaya baca dan kemampuan literasi masyarakat di daerah.

Melalui kunjungan tersebut, Relima dan Perpustakaan Daerah Gorontalo berkomitmen memperkuat kerja sama dalam menghadirkan berbagai program yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan inklusivitas, gerakan literasi di Gorontalo diharapkan semakin berkembang dan mampu menciptakan masyarakat yang gemar membaca, kritis, serta berdaya saing di era digital.(Ris)

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #Literasi #relima #perpustakaan daerah #agen perubahan