Gorontalopost.id, GORONTALO – Aksi protes dilakukan mahasiswa dan Aliansi Mahasiswa Kawasan Paguyaman Raya Gorontalo (AMKPRG) menjelang pelaksanaan World Coconut Day (WCD) atau Hari Kelapa Sedunia yang akan di gelar di Kabupaten Gorontalo.
AMKPRG mengaku menanan bibit kelapa di jalan rusak yang berada di Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo.
Baca Juga: Olah TKP Lakukan 9 Adegan Terungkap Ada 4 Tembakan Peringatan Sebelum Peluru Mengenai Tubuh MH
Sebagai aksi spontanitas ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo, yang juga merupakan tuan rumah dari pelaksanaan ivent internasional tersebut.
Ketua Umum AMKPRG, Jasmin Dalanggo mengungkapkan, aksi tanam pohon bibit kelapa di jalan yang berlubang ini mengartikan bahwa masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan di Kabupaten Gorontalo.
Baca Juga: Puluhan Botol Miras Jenis Cap Tikus, Diamankan Polsek Limboto
“Kami menilai kegiatan WCD ini terbilang belum matang. Tiba masa tiba akal, kerena ini sebenarnya akan dilaksanakan di Kecamatan Asparaga, tapi tiba-tiba sudah pindah di Kecamatan Mootilango,” ucap Jasmin.
Hal ini menurutnya dengan melihat lokasi kegiatan belum siap untuk di kunjungi oleh para delegasi dari berbagai Negara.
Baca Juga: Spanduk Bacapres dan Bacaleg Bertebaran Bawaslu Hanya Bisa Menghimbau
“Kita sudah cek langsung, bahkan lokasi pembangunan Aula Pertanian Mootilango itu belum rampung. Sumber airnya juga belum tersedia.
Lebih anehnya pembangunan aula itu ditanah miliknya pak bupati, kalaupun itu menggunakan dana APBD pasti itu ada papan proyeknya,” tegas Jasmin.
Baca Juga: Aliansi Ampera Kembali Gelar Demo di Kantor Bupati
Ia menilai, kegiatan WCD tersebut terlihat terburu-buru. Bahkan dengan melihat kondisi di lapangan, sudah ada bibit kelapa yang di tanam, dan bahkan sudah ada mati.
“Jadi kegiatan itu tinggal acara seremonial saja. Tak ada manfaat buat kita sebagai masyarakat Mootilango, karena hanya ditanam di tanah miliknya pak bupati,” ujarnya.
Kata Jasmin, yang lebih parahnya lagi yakni ada mobil DLH Kabupaten Gorontalo yang menjadi bahan angkut material pembangunan aula dan oprasional yang di lokasi WCD.
Baca Juga: Didemo Ratusan Penambang DPRD Pohuwato Siap Kawal dan Percepat Pembayaran Alih Profesi
Namun, plat nomor kendaraan itu terbilang tidak terlihat secara kasat mata.
“Padahal ini kegiatan bertaraf internasional, jadi harus lengkap. Tetapi yang terlihat pelaksanaan menghalalkan segala cara,” pungkasnya.(Mg-02/gps).
Editor : Azis Manansang