GORONTALOPOST -Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Gorontalo baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan khusus bagi guru dan tenaga pendidik yang menangani penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
Pelatihan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kemampuan pendidik agar lebih efektif dalam mengajar penyandang disabilitas di wilayah tersebut.
Asrul Lasapa, Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo sekaligus Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
Ia menekankan bahwa pelatihan ini sejalan dengan program Ramah Disabilitas yang diusung Kementerian Agama, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi penyandang disabilitas, terutama di tempat-tempat ibadah seperti masjid.
Asrul juga berharap bahwa para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin agar kemampuan mereka dalam membimbing penyandang disabilitas, khususnya dalam membaca Al-Qur'an, semakin meningkat.
Ini sangat relevan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 yang menjamin hak-hak keagamaan penyandang disabilitas, termasuk akses terhadap kitab suci dan literatur keagamaan yang mudah dipahami.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi penyandang disabilitas, tetapi juga menunjukkan komitmen Gorontalo dalam memberdayakan semua kelompok masyarakat.
Dengan pelatihan ini, diharapkan penyandang disabilitas dapat lebih mudah mempelajari agama, meskipun dengan keterbatasan fisik yang mereka miliki.
Acara tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Ketua Baznas Provinsi Gorontalo, Haji Hamka Arbie, para pengurus Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI), serta 53 peserta pelatihan yang terdiri dari guru dan tenaga pendidik penyandang disabilitas.
Ini menandai langkah penting bagi penguatan pendidikan inklusif di Gorontalo, dan menjadi contoh nyata kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas.(antara)
Editor : Nur Fadilah