Gorontalopost, GORONTALO – Aksi unjuk rasa di depan Polda Gorontalo berakhir ricuh pada Senin (23/12/2024). Demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA ini melibatkan dua aliansi berbeda.
Awalnya, hanya satu aliansi yang melakukan aksi dengan aman dan tertib tanpa kericuhan.
Aliansi ini, yang berasal dari HMI Badko Gorontalo, menggelar demonstrasi terkait isu rokok ilegal.
Selama aksi, mereka membakar dua ban mobil di depan Polda Gorontalo.
Baca Juga: Peringkat IPKN Gorontalo Naik ke 17 Nasional, Pariwisata Semakin Berdaya
Namun, api yang membesar dan mendekati kabel di pintu masuk Polda membuat polisi berupaya memadamkannya menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Situasi memanas ketika massa aksi menghalangi upaya pemadaman dan melontarkan makian serta intimidasi kepada petugas.
Ketegangan meningkat saat botol air mineral dilempar ke arah personel polisi, memaksa aparat mengambil tindakan dengan mengamankan sejumlah demonstran.
Ketua HMI Badko Gorontalo, Aris Setiawan Karim, membenarkan bahwa beberapa anggotanya sedang dimintai keterangan oleh polisi.
Baca Juga: Sat Samapta Polresta Gorontalo Kota Gercap Pohon Tumbang di Kelurahan Wongkaditi Timur
Ia menjelaskan bahwa massa aksi menghalangi petugas saat hendak memadamkan api.
Aris juga mendengar informasi tentang adanya oknum yang melempar ke arah polisi, meskipun identitas pelaku belum diketahui.
Hingga kini, Aris bersama massa aksi lainnya masih menunggu perkembangan terkait nasib sembilan rekan mereka yang ditahan.
Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut. (Mg-02).
Editor : Azis Manansang