Gorontalopost, TOLANGOHULA - Ketegangan antara warga Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo.
Dengan pihak perusahaan tebu PT PG Tolangohula memuncak, dipicu kerusakan parah pada jalan desa.
Perseteruan itu terekam dalam video berdurasi 3 menit 49 detik yang viral di berbagai grup WhatsApp warga Gorontalo.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berbaju biru dan mengenakan topi, diduga kuat adalah General Manager PT PG Tolangohula.
Terlibat adu mulut dengan dua aparat desa, yakni Kepala Dusun Mekar Jaya dan Kepala Dusun Pemukiman.
Adu argumen terjadi di tengah area perkebunan tebu yang menjadi akses lalu lintas utama kendaraan perusahaan.
Sumber warga menyebut, insiden ini dipicu kekesalan warga terhadap jalan rusak yang sudah lama mereka keluhkan.
Truk-truk perusahaan yang setiap hari melintas dianggap sebagai penyebab utama rusaknya infrastruktur desa.
Puncaknya, warga menutup akses jalan menggunakan portal sebagai bentuk protes, sekaligus mendesak PT PG Tolangohula bertanggung jawab memperbaiki jalan.
Baca Juga: Banyak SMA di Gorontalo Tak Punya Sertifikat Lahan, DPRD Dorong Alokasi Anggaran dari Pokir
Dalam video, ketegangan meningkat saat aparat desa menyuarakan tuntutan warga secara langsung kepada pihak perusahaan.
Beberapa warga lain terlihat mencoba menengahi, mencegah situasi berubah menjadi konflik fisik. Namun suasana tetap panas hingga video berakhir.
Kepala Desa Tamaila Utara, Bukhari Boroma, membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan bahwa keluhan soal kerusakan jalan bukan hal baru. “Warga sudah cukup bersabar.
Mereka tidak menolak aktivitas perusahaan, tapi berharap ada komitmen moral untuk ikut menjaga infrastruktur desa.
Sekarang kami bersama pihak perusahaan sedang mencari solusi terbaik,” ujar Bukhari.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT PG Tolangohula belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut, meski kasus ini telah memicu perhatian luas dari masyarakat
Gorontalo. (Fik).