Gorontalopost, MARISA – Ketegangan antara masyarakat penambang lokal dengan perusahaan tambang emas Pani Gold Project (PGP) akhirnya mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Pohuwato.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di ruang paripurna pada Kamis (16/10/2025) malam, DPRD bersama perwakilan penambang sepakat menyurati Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail untuk meminta penghentian sementara seluruh aktivitas PGP.
Baca Juga: Rachmat Gobel Gaet Kota Hokota Jepang, Siap Kirim Petani Muda Gorontalo Belajar Pertanian Modern
Surat tersebut menjadi hasil keputusan bersama enam fraksi DPRD Pohuwato dan
dibacakan langsung oleh Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, di hadapan masyarakat penambang.
Keputusan itu muncul setelah banyaknya keluhan terkait belum tuntasnya pembayaran tali asih dan aksi perusakan camp milik penambang lokal yang diduga dilakukan oleh oknum karyawan perusahaan.
Akibatnya, warga menutup akses masuk ke area tambang sebagai bentuk protes.
Demi menjaga stabilitas daerah, DPRD dan masyarakat sepakat memberikan tenggat waktu
sekitar satu pekan kepada pemerintah provinsi untuk menindaklanjuti surat tersebut.
“Kami sudah sepakat untuk meminta Gubernur menghentikan sementara aktivitas
perusahaan sampai persoalan tali asih benar-benar diselesaikan,” ujar Beni Nento usai
memimpin rapat.
Beni menegaskan bahwa keputusan penghentian sementara aktivitas tambang bukan
merupakan kewenangan DPRD, melainkan otoritas penuh dari Gubernur Gorontalo.
Namun, surat yang disepakati enam fraksi ini menjadi bentuk tanggung jawab moral DPRD
dalam merespons aspirasi rakyat.
“Kami ingin situasi tetap kondusif. Karena itu, langkah ini diambil untuk memastikan hak masyarakat tidak terabaikan,” jelasnya.
Meski begitu, Beni tidak menutup kemungkinan aktivitas perusahaan dapat kembali
berjalan jika seluruh kewajiban kepada masyarakat telah dipenuhi.
Ia berharap, Gubernur Gorontalo segera turun tangan untuk memediasi kedua pihak. “Jika dalam tenggang waktu tidak ada tindak lanjut, kami bersama masyarakat akan mengambil langkah tegas.
Tapi kami tetap berharap penyelesaiannya damai dan adil,” pungkasnya dengan nada tegas.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang