Gorontalopost, SUWAWA — Suasana reses anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil II Bone Bolango mendadak memanas.
Pemicu kemarahan para legislator itu bukan soal politik, melainkan kabar mengejutkan bahwa proyek irigasi untuk Pinogu disebut-sebut dialihkan secara sepihak dari lokasi semula.
Kekecewaan pertama kali diungkapkan oleh Faisal Hulukati, anggota DPRD empat periode yang dikenal vokal memperjuangkan kepentingan daerah pegunungan itu.
Dalam forum dialog bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
ia menegaskan bahwa jika benar proyek tersebut dialihkan atas persetujuan pemerintah daerah, maka tindakan itu sangat disesalkan.
“Proyek ini diperuntukkan bagi masyarakat Pinogu. Kalau kemudian tiba-tiba dipindahkan tanpa alasan yang jelas, kami tentu sangat kecewa,” tegas Faisal dengan nada geram.
Namun tudingan itu langsung dibantah oleh pihak Pemerintah Kabupaten Bone Bolango melalui Kepala Dinas PUPR, Nirwan Utiarahman, yang hadir mewakili Sekda Iwan Mustafa.
Nirwan menjelaskan bahwa sejak awal, pihaknya justru menjadi yang paling aktif memperjuangkan agar proyek irigasi tersebut benar-benar terlaksana di Pinogu.
“Kami bahkan harus bolak-balik mengurus berkas dan mencari tanda tangan persetujuan,
Dari Ketua DPRD dan Bupati, sampai larut malam pun kami datangi rumah mereka demi proyek ini,” tutur Nirwan.
Lebih lanjut, Nirwan mengaku terkejut ketika menerima pesan singkat yang menyatakan proyek irigasi itu telah dialihkan.
Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa pengalihan dilakukan karena waktu pelaksanaan yang sempit dan keterbatasan bahan baku di lokasi.
“Kami sudah mendapat jaminan dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) bahwa proyek irigasi untuk Pinogu.
Tetap akan berjalan dan bahkan akan menjadi prioritas utama pada awal tahun 2026,” tandasnya menegaskan.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang