Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

GARDU Prabowo Gorontalo Dukung Golkar Hearing Gubernur Gusnar Ismail, Soroti Dugaan Nepotisme

Azis Manansang • Selasa, 24 Februari 2026 | 18:04 WIB

 

Ketua GARDU Prabowo Gorontalo, Alie Soecipto Sidiki (OPS).(F:;dok Gardu)
Ketua GARDU Prabowo Gorontalo, Alie Soecipto Sidiki (OPS).(F:;dok Gardu)

Gorontalopost, GORONTALO – Dukungan terhadap langkah politik Partai Golkar Gorontalo untuk memanggil Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, terus mengalir.

Kali ini datang dari Ketua GARDU Prabowo Gorontalo, Alie Soecipto Sidiki (OPS), yang menyatakan sikap tegas mengawal isu dugaan nepotisme.

Baca Juga: Pemkab Gorontalo Gandeng Telkom, Sugondo Makmur Percepat Program Satu Data dan Kabupaten Digital

OPS menilai, langkah hearing yang diinisiasi Partai Golkar merupakan bagian dari upaya

menjaga pemerintahan tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola yang bersih.

"Kami mensoport Partai Golkar karena yang dilakukan Partai Golkar sejalan dengan visi\ misi Gardu

mengawal pemerintah agar tidak melakukan praktek KKN," ungkap OPS kepada media ini.

Menurut OPS, pihaknya tidak hanya menerima informasi, tetapi juga telah melakukan penelusuran awal

terkait keresahan yang berkembang, khususnya mengenai pengangkatan mantu gubernur sebagai Komisaris di Bank Sulutgo.

OPS menegaskan, sebagai gerakan rakyat, Gardu Prabowo memiliki tanggung jawab moral
dan politik untuk memastikan proses pemerintahan berjalan transparan.

"Gardu adalah gerakan rakyat yang punya tanggung jawab moral dan politik. Olehnya

kami akan mengawal dan mendukung apa yang akan dilakukan Partai Golkar," ucapnya.

Baca Juga: Polda Gorontalo Tetapkan Pria Inisial R Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur

Tak hanya itu, OPS juga mengingatkan agar kepemimpinan di Gorontalo tidak mengarah pada praktik politik dinasti yang dapat merusak sistem pemerintahan.

"Karena kami mendengar selentingan yang berkembang setiap kebijakan seperti

contohnya mutasi sudah tidak lagi melibatkan Wagub maupun sekda sebagai panglima ASN

tapi langsung mendapatkan arahan dari anak Gubernur," ucapnya.

Terakhir OPS menyampaikan uneg-uneg dan kekesalannya atas realitas yang terjadi.

"Saya nyesal dengan Gusnar dipasangkan dengan ibu Ida adalah istri dari gubernur Rusli Habibie sampai terpilih jadi Gubrnur.

Kalau bukan dengan ibu Idah Saidah Rusli Habibie pasti tidak akan terpilih gubernur.

Baca Juga: Pemkab Gorontalo Terima LHP Ombudsman, Polemik Aset dengan UMGO Masuk Tahap Penyelesaian

Nah itu yang harus dipahami masyarakat dan OPD khususnya," ungkapnya dengan mimik serius.

Sebelumnya, desakan juga datang dari internal Partai Golkar. Sejumlah kader meminta anggota Fraksi Golkar di DPRD Provinsi Gorontalo

untuk mengambil sikap tegas terkaitdugaan pelanggaran yang ditujukan kepada gubernur.

Situasi ini memunculkan dinamika politik baru di Gorontalo, sekaligus menjadi sorotan publik

terkait komitmen pemerintah daerah dalam menjaga prinsip transparansi dan bebas dari praktik KKN.(Mg-02)

Editor : Azis Manansang
#KKN #Gorontalo #Bank SulutGo #PARTAI GOLKAR #OPS #Gusnar Ismail #Gardu #Prabowo