Gorontalopost, GORONTALO – Peringatan Hari Buruh Internasional diwarnai aksi besar-besaran
oleh ratusan massa dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dan elemen Partai Buruh yang turun ke sejumlah titik di Kota Gorontalo.
Di bawah terik matahari, para buruh menyuarakan keresahan terhadap kondisi
kesejahteraan pekerja yang dinilai masih jauh dari harapan.
Mereka menegaskan bahwa
May Day bukan sekadar seremoni, melainkan momentum perjuangan.
Koordinator aksi, Andrika Hasan, menegaskan bahwa banyak persoalan ketenagakerjaan yang belum diselesaikan pemerintah.
Ia menyoroti pentingnya reformasi kebijakan untuk melindungi hak-hak pekerja.
Dalam orasinya, buruh mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan
Undang-Undang Ketenagakerjaan baru
serta menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi terkait regulasi ketenagakerjaan.
Selain itu, tuntutan utama lainnya adalah penghapusan sistem outsourcing dan penolakan terhadap upah murah yang dianggap merugikan buruh.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat hingga sore hari.(Mg-03)
Editor : Azis Manansang