Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Rupiah Menguat di Rabu Pagi, Tembus Level Rp17.515 per Dolar AS

Nur Fadilah • Rabu, 13 Mei 2026 | 09:20 WIB
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS, terpengaruh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang lebih lama. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS, terpengaruh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang lebih lama. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye

GORONTALOPOST -Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu pagi, memberikan sinyal positif di tengah dinamika pasar global yang masih fluktuatif. Mata uang Garuda tercatat menguat sebesar 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.515 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.529 per dolar AS.

Penguatan ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar setelah rupiah sempat berada dalam tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Meski penguatannya tergolong tipis, pergerakan ini mencerminkan adanya sentimen positif yang mulai masuk ke pasar keuangan domestik.

Sejumlah analis menilai, penguatan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari sisi global, meredanya tekanan dolar AS serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang lebih stabil turut memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk menguat.

Sementara dari dalam negeri, fundamental ekonomi yang relatif terjaga serta arus masuk modal asing (capital inflow) menjadi penopang utama stabilitas rupiah. Kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia juga dinilai masih cukup kuat.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta untuk waspada terhadap potensi volatilitas yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Perkembangan ekonomi global, terutama kebijakan moneter Amerika Serikat, masih menjadi faktor kunci yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah ke depan.

Dengan kondisi saat ini, penguatan rupiah diharapkan dapat terus berlanjut, sekaligus memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga dan aktivitas ekonomi nasional.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#nilai tukar rupiah #dolar AS #EKONOMI