Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Wabup Merlan Minta Orang Tua di Bone Bolango Ikut Cegah Pernikahan Dini

Azis Manansang • Minggu, 15 Oktober 2023 | 10:05 WIB

 

Wakil Bupati Merlan S. Uloli saat menghadiri dan membuka kegiatan sosialisasi perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat, di Aula Kantor Desa Bubeya. (F.AKP/Diskominfo)
Wakil Bupati Merlan S. Uloli saat menghadiri dan membuka kegiatan sosialisasi perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat, di Aula Kantor Desa Bubeya. (F.AKP/Diskominfo)

Gorontalopost.id,     SUWAWA - Cegah pernikahan dini di Bone Bolango. Wakil Bupati Bone Bolango Merlan Uloli minta peran orang tua.

Himbauan itu disampaikannya saat sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Bubeya, Kecamatan Suwawa, Kamis (12/10/2023).

Baca Juga: Video Dugaan Pemerasan Viral, Dua Oknum Polisi Polsek Tolangohula Dicopot

"Pemdes Bubeya sengaja melaksanakan kegiatan sosialisasi ini kepada masyarakat, karena mengingat tingginya angka pernikahan dini. Tahun 2023 ini saja sudah kurang lebih 20 orang anak menikah di usia dini," ungkap Merlan S. Uloli saat diwawancarai.

Wabup mengatakan dengan adanya sosialisasi ini, para orang tua diharapkan bisa mengawal dan mencegah anak-anak mereka untuk melakukan pernikahan dini.

Baca Juga: 13 Saksi Diperiksa Polres Bone Bolango Terkait Kematian Mahasiswa IAIN Gorontalo

"Tapi perkawinan atau pernikahan dini ini, kadang-kadang memang tidak bisa dihindari karena sesuatu hal yang mau tidak mau harus dinikahkan,"kata Merlan.

Tentu peran pemerintah, bagaimana mereka yang sudah terlanjur menikah dini, itu tetap terus diberdayakan dari sisi ibu rumah tangga perempuannya. Mereka juga harus tetap kita berikan penguatan.

Walaupun sudah menikah, mereka harus bisa melanjutkan pendidikannya. Misalnya melalui jalur pendidikan paket B maupun paket C.

Baca Juga: Kementrian LHK Teken Kesber Kerjasama Pemprov Gorontalo Bangun Pengelolaan Limbah B3

Dengan demikian, mereka kedepannya tetap bisa mengejar mimpi-mimpinya. Pendidikan paket ini sama halnya dengan pendidikan umum lainnya. Manfaatnya sama, ada ijazahnya, tapi memang ini butuh kerja keras daripada orang tua.

"Sebagai orang tua yang tentunya tetap menginginkan anaknya punya masa depan yang lebih baik. Tentunya harus meneruskan sekolah anaknya. memang agak repot, tapi itulah konsekuensi daripada pernikahan dini,"terang Wabup.

Baca Juga: Dua Perusahaan Jepang Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov Gorontalo

Di sisi lain, Wabup perempuan pertama di Bone Bolango ini, menambahkan anak yang menikah di usia dini, mereka secara reproduksi belum siap. Jadi ini harus memerlukan perhatian khusus bagi yang sudah terlanjur, tapi yang belum ini menjadi catatan.

"Menjadi perhatian untuk kita semua, agar kalau boleh anak menunda perkawinan sesuai usia yang sudah siap masa reproduksi, dan mereka siap melahirkan, siap menyusui,"urai orang nomor dua di Kabupaten Bone Bolango ini.(Anthx/Kmfo).

Editor : Azis Manansang
#Merlan Uloli #Bone Bolango #Cegah Pernikahan Anak #Pernikahan Dini