Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Aksi Kijang Bawa Logistik Pemilu Pinogu Tempuh 40 KM Terjang Hutan TNBNW

Azis Manansang • Sabtu, 17 Februari 2024 | 06:12 WIB

 

Kijang atau jasa pikul saat mengangkat logistik Pemilu Serentak 2024 dari Desa Tulabolo Kecamatan Suwawa Timur  menuju Kecamatan Pinogu, dengan menempuh perjalanan sejauh 40 km selama 12 jam.  (F.dok)
Kijang atau jasa pikul saat mengangkat logistik Pemilu Serentak 2024 dari Desa Tulabolo Kecamatan Suwawa Timur menuju Kecamatan Pinogu, dengan menempuh perjalanan sejauh 40 km selama 12 jam. (F.dok)


Gorontalopost.id,  PINOGU– Menempuh perjalanan sejauh 40 km selama 12 jam dengan melewati hutan belantara TNBNW. Sejumlah kijang atau jasa pikul mengangkat logistik Pemilu serentak 2024 dari Desa Tulabolo Kecamatan Suwawa Timur.

Kecamatan Pinogu merupakan salah satu kecamatan terpencil di Kabupaten Bone Bolango dengan luas wilayah sekitar 405 km persegi terletak di tengah Tanam Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Kondisi ini membuat akses menuju ke kecamatan yang berada di wilayah timur Provinsi Gorontalo tersebut tergolong ekstrem. Tentu ini jadi PR bagi pelaksana Pemilu dalam mendistribusikan logistik Pemilu bagi 1.535 pemilih di sana.

Baca Juga: Hasil Sementara Real Count KPU, Prabowo-Gibran Menang 66 Persen di Gorontalo

Berdasarkan data, kecamatan Pinogu memiliki 2.047 penduduk, dimana sebagian besar masyarakat di sana menggantungkan hidupnya pada hasil pertanian dan pertambangan.

Dikutip Berita Acara Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Kabupaten Bone Bolango 2024 di Kecamatan Pinogu total pemilih sebanyak 1.535 jiwa.

Terdiri atas 807 pemilih laki-laki dan 728 pemilih perempuan yang terbagi di delapan TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang tersebar di lima desa.

Diantaranya Desa Bangio, Desa Pinogu Permai, Desa Tilonggibila, Desa Pinogu, dan Desa Dataran Hijau.

Baca Juga: TPS di Bulotalangi Gorontalo Angker, Warga Mencoblos di Kompleks Kuburan

Oleh karenanya, pada pesta demokrasi 2024 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone Bolango pun harus putar otak bagaimana dapat menyalurkan logistik di wilayah kecamatan yang terbilang terpencil itu agar tidak rusak dan tetap aman.

Hanya punya tiga opsi menuju Kecamatan Pinogu, yakni menggunakan helikopter, opsi ke dua jalan kaki dan opsi ke tiga naik ojek.

Opsi pertama tentu sulit dilaksanakan, karena mahalnya moda transportasi ini. Sementara, untuk naik ojek pun demikian.

Opsi ini tidak jadi pertimbangan karena akan merusak logistik Pemilu jika harus diletakan di motor ojek dengan kondisi medan yang sulit.

Baca Juga: Momen Pemilu 2024, Anggota Polisi PAM TPS di Limboto Barat Gendong Pemilih Disabilitas ke TPS

Opsi ke tiga adalah jalan kaki dan mengunakan ‘kijang’. Apa itu kijang? Kijang adalah sebutan bagi warga yang menjual jasanya untuk mengantar barang.

Sederhananya jasa tukang pikul yang biasa melintasi Pinogu. Mereka mengangkut barang warga dari Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur ke Kecamatan Pinogu atau sebaliknya. Mereka mengangkat barang apa saja, mulai dari hasil pertanian hingga kulkas.

Opsi ini dipilih, KPU Bone Bolango menggunakan 24 orang jasa kijang atau jasa pikul untuk membawa logistik tersebut menuju kecamatan Pinogu. Alasanya sederhana, logistik ini akan aman dan sampai di Pinogu tepat waktu.

Para kijang ini terbilang tangguh bermodalkan sepatu boat, dan kayu untuk mengangkat barang mereka siap menerobos belantara hutan TNBNW.

Mereka tidak berjalan sendiri, tapi juga mendapat pengawalan dari anggota Kepolisian, TNI, Bawaslu dan Kesbangpol.

Baca Juga: BerKTP Bandung, Penjagub Gorontalo Hanya Mencoblos Capres-Cawapres

Kata Ketua KPU Bone Bolango, Sutenti Lamuhu, jika pertimbangan menggunakan ojek untuk distribusi logistik Pemilu dikhawatirkan akan merusak kondisi logistik tersebut.

Sutenti pun mengungkapkan untuk menggunakan jasa kijang atau kuli pikul tersebut pihaknya merogoh kocek hingga Rp 500 ribu.

Untuk satu kotak logistik hanya untuk sekali naik. Artinya bahwa jika pulang pergi harus mengeluarkan biaya Rp1 juta.

Baca Juga: Distribusi Kotak Suara Dikawal Ketat, Srikandi Polresta Gorontalo Kota

Dengan fisik yang terbiasa para kijang tersebut pun menunaikan tugasnya dengan baik untuk lancarnya pesta demokrasi di Kecamatan Pinogu.

Sebanyak 7.855 surat suara dan logistik lainnya pun tiba dengan selamat setelah menempuh waktu selama 12 jam dengan kondisi cuaca yang hujan.

“Mereka sampai di kampung sekitar jam satu malam, setelah 12 jam menempuh perjalanan darat,”ujarnya dan mengatakan seluruh logistik dalam keadaan aman dan baik karena telah dibungkus dengan rapih. (Athox/Kmfo).

Editor : Azis Manansang
#kijang #logistik pemilu #Pinogu #Bone Bolango #desa terpencil #taman nasional #KPU