Gorontalopost, KABILA BONE – Debur ombak bersahutan lembut di Pantai Modelomo, kemarin pagi (2/8/2025).
Seakan turut menyambut semangat kebangsaan yang menggelora di sepanjang garis pantai Kecamatan Kabila Bone, Bone Bolango.
Baca Juga: Perayaan HUT RI ke-80 di Boalemo, Wakil Bupati Tetapkan Aturan Dress Code untuk Lomba Gerak Jalan
Di tengah birunya langit dan desiran angin laut, ratusan warga, pelajar, aparat desa.
Hingga relawan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dari seluruh penjuru Gorontalo berkumpul dengan satu tujuan: membentangkan Merah Putih sepanjang seribu meter.
Barisan manusia itu memanjang layaknya nadi yang mengalirkan energi persatuan.
Tanpa dentuman drum band atau panggung megah, suasana tetap khidmat. Gemuruh ombak dan kibaran bendera menjadi alunan nasionalisme yang hidup.
Wakil Bupati Bone Bolango, Risman Tolinggohu, yang hadir langsung dalam kegiatan itu, menyampaikan makna simbolik dari aksi tersebut.
“Seribu meter kain ini bukan hanya tentang panjangnya, tapi tentang semangat kita yang tak boleh surut menjaga Indonesia tetap utuh dan kuat,” ucapnya penuh haru.
Gerakan pembagian dan pembentangan Bendera Merah Putih ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Bone Bolango, FKDM.
Dan lintas organisasi kemasyarakatan se-Provinsi Gorontalo, dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Baca Juga: 150 Masjid di Gorontalo Dapat Internet Gratis, Dorong Digitalisasi dan Peran Generasi Muda
Tak hanya menjadi simbol keberanian dan ketulusan, kain merah putih yang digelar di atas pasir Pantai Modelomo itu juga menjadi cermin harapan dari masyarakat akar rumput.
“Lewat kegiatan ini, kita ingin menanamkan kembali semangat kebangsaan yang mungkin mulai pudar.
Agar kita tak hanya merdeka secara fisik, tapi juga bersatu secara jiwa,” ujar Risman menutup sambutannya.
Di hari itu, Pantai Modelomo bukan sekadar tempat wisata.
Ia menjelma menjadi panggung persatuan – tempat janji dan doa untuk negeri dibentangkan bersama langit, laut, dan pasir nusantara.(Antx)
Editor : Azis Manansang