Gorontalopost, TILONGKABILA – Suara kepedulian menggema dari Desa Permata, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango.
Dalam agenda reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil II, Yeyen Sidiki, Rabu (29/10/2025).
Masyarakat menyampaikan aspirasi yang menyentuh hati: nasib 12 warga eks penderita kusta.
Yang kini hidup dalam keterbatasan tanpa lagi menerima bantuan dari pemerintah.
Kepala Desa Permata, Minggus Harun, mengungkapkan bahwa belasan warganya tersebut.
Dulu sempat mendapat dukungan dari pemerintah provinsi, namun kini bantuan itu terhenti tanpa penjelasan jelas.
“Mereka dulu sempat bertahan lewat usaha kecil membuat tungku.
Tapi sekarang, tanpa bantuan modal, usaha itu berhenti total,” ujar Minggus dengan nada prihatin.
Menurutnya, selain soal kemanusiaan itu, warga juga menantikan janji proyek infrastruktur dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo.
Ia menuturkan, pengukuran saluran air di wilayah mereka sudah dilakukan sejak tahun 2020 dan bahkan ditinjau konsultan, namun sampai kini belum ada tanda-tanda realisasi.
“Kami hanya berharap, apa yang sudah direncanakan bisa benar-benar diwujudkan,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Yeyen Sidiki, politisi Partai Golkar yang sudah tiga periode duduk di DPRD Provinsi Gorontalo, berkomitmen menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Kami akan telusuri kendala di lapangan dan koordinasikan dengan instansi terkait. Jika perlu, kami siap perjuangkan agar kembali dianggarkan,” tegas Yeyen.
Ia juga memastikan akan menyampaikan persoalan infrastruktur itu ke komisi yang bermitra langsung dengan BWS Sulawesi II.
“Masalah ini tak boleh dibiarkan berlarut. Kami akan kawal agar masyarakat Desa Permata mendapat keadilan baik secara sosial maupun pembangunan,” pungkasnya.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang