Posyandu Bone Bolango Diminta Tak Sekadar Menunggu Warga, Ismet Mile Dorong Layanan Aktif hingga D

Azis Manansang • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 17:35 WIB

 

Bupati Bone Bolango Ismet Mile bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bone Bolango Ruwaida Mile dan OPD pembina saat Bimtek Peningkatan Kapasitas Tim Pengurus Posyandu Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa di BPU Kabila.(F:Diskominfo)
Bupati Bone Bolango Ismet Mile bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bone Bolango Ruwaida Mile dan OPD pembina saat Bimtek Peningkatan Kapasitas Tim Pengurus Posyandu Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa di BPU Kabila.(F:Diskominfo)

Gorontalopost, KABILA — Posyandu di Kabupaten Bone Bolango didorong untuk 
mengubah pola pelayanan agar tidak sekadar menunggu warga datang. 

Bupati Bone Bolango Ismet Mile meminta kader lebih peka membaca kebutuhan 
masyarakat dan aktif membangun komunikasi di lingkungan desa.

Menurut Ismet, Posyandu memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat  mendapatkan pelayanan kesehatan. 

Baca Juga: Terduga Pencuri di Telaga Biru Diciduk URC Polda Gorontalo, Barang Curian Diamankan di Kota

Keberadaannya menjadi salah satu pintu pelayanan masyarakat yang membutuhkan 
keterlibatan berbagai sektor pemerintahan.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan  Kapasitas Tim Pengurus Posyandu Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di  Desa di BPU Kabila, Senin (24/8/2026).

Ismet menilai peningkatan kemampuan kader menjadi fondasi penting agar pengurus  Posyandu mampu bekerja secara mandiri. 

Tidak hanya menjalankan kegiatan rutin, kader juga harus mampu mengidentifikasi 
persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayahnya.

“Bimtek ini agar semua kader-kader Posyandu mampu dan bisa melaksanakan tugas secara  mandiri,” kata Ismet.

Ia mengingatkan peserta agar tidak mengikuti Bimtek hanya untuk memenuhi formalitas. 

Dua hari pelatihan harus dimanfaatkan untuk memahami materi sehingga ilmu yang 
diperoleh benar-benar dapat diterapkan ketika kembali ke desa.

Baca Juga: Empat Orang Positif Sabu, Polisi Amankan Lima Terduga Penyalahgunaan Narkotika di Duhiadaa Pohuwato

Selain itu, setiap pengurus Posyandu pada enam bidang SPM diminta memahami tugas  dan kewenangannya. 

Ismet menekankan, pelayanan yang kuat membutuhkan komunikasi aktif antara kader,  masyarakat dan pemerintah.

Kader Posyandu juga diminta memiliki kepekaan terhadap warga. Jika hanya menunggu  warga datang, berbagai kebutuhan masyarakat berpotensi tidak terdeteksi. 

Karena itu, Posyandu diharapkan mampu melakukan pendekatan langsung dan 
membangun komunikasi dengan masyarakat.

“Bagaimana Posyandu ini bisa melakukan penggalangan terkait dengan apa yang 
dibutuhkan oleh masyarakat, semuanya bisa secara tuntas terlayani,” ujar Ismet.

Bupati juga menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat yang harus diperhatikan Posyandu  memiliki cakupan luas. 

Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya kolaborasi antar-OPD agar berbagai persoalan  dapat diidentifikasi dan ditangani secara terpadu.

Sejalan dengan itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bone Bolango Ruwaida  Mile meminta seluruh OPD memperkuat keterlibatan dalam pembinaan Posyandu.

Untuk tahap awal, pembinaan menyasar Posyandu dari empat daerah pemilihan, yakni  Kabila, Suwawa, Tapa, dan Bone Pesisir. 

Karena keterbatasan anggaran, peserta dibatasi dengan melibatkan tiga desa pada setiap  kecamatan.

“Karena keterbatasan anggaran, maka setiap kecamatan cuma diambil tiga desa. Dan dalam  tiga desa itu ada enam Posyandu yang sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal,” ujar Ruwaida.(Mg-05)

Editor : Azis Manansang
pelayanan publik opd gorontalo Bupati Bone Bolango Posyandu Gorontalo Ismet Mile