Gorontalopost, KABILA — Posyandu di Kabupaten Bone Bolango didorong untuk
mengubah pola pelayanan agar tidak sekadar menunggu warga datang.
Bupati Bone Bolango Ismet Mile meminta kader lebih peka membaca kebutuhan
masyarakat dan aktif membangun komunikasi di lingkungan desa.
Menurut Ismet, Posyandu memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat mendapatkan pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Terduga Pencuri di Telaga Biru Diciduk URC Polda Gorontalo, Barang Curian Diamankan di Kota
Keberadaannya menjadi salah satu pintu pelayanan masyarakat yang membutuhkan
keterlibatan berbagai sektor pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tim Pengurus Posyandu Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa di BPU Kabila, Senin (24/8/2026).
Ismet menilai peningkatan kemampuan kader menjadi fondasi penting agar pengurus Posyandu mampu bekerja secara mandiri.
Tidak hanya menjalankan kegiatan rutin, kader juga harus mampu mengidentifikasi
persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayahnya.
“Bimtek ini agar semua kader-kader Posyandu mampu dan bisa melaksanakan tugas secara mandiri,” kata Ismet.
Ia mengingatkan peserta agar tidak mengikuti Bimtek hanya untuk memenuhi formalitas.
Dua hari pelatihan harus dimanfaatkan untuk memahami materi sehingga ilmu yang
diperoleh benar-benar dapat diterapkan ketika kembali ke desa.
Baca Juga: Empat Orang Positif Sabu, Polisi Amankan Lima Terduga Penyalahgunaan Narkotika di Duhiadaa Pohuwato
Selain itu, setiap pengurus Posyandu pada enam bidang SPM diminta memahami tugas dan kewenangannya.
Ismet menekankan, pelayanan yang kuat membutuhkan komunikasi aktif antara kader, masyarakat dan pemerintah.
Kader Posyandu juga diminta memiliki kepekaan terhadap warga. Jika hanya menunggu warga datang, berbagai kebutuhan masyarakat berpotensi tidak terdeteksi.
Karena itu, Posyandu diharapkan mampu melakukan pendekatan langsung dan
membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Bagaimana Posyandu ini bisa melakukan penggalangan terkait dengan apa yang
dibutuhkan oleh masyarakat, semuanya bisa secara tuntas terlayani,” ujar Ismet.
Bupati juga menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat yang harus diperhatikan Posyandu memiliki cakupan luas.
Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya kolaborasi antar-OPD agar berbagai persoalan dapat diidentifikasi dan ditangani secara terpadu.
Sejalan dengan itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bone Bolango Ruwaida Mile meminta seluruh OPD memperkuat keterlibatan dalam pembinaan Posyandu.
Untuk tahap awal, pembinaan menyasar Posyandu dari empat daerah pemilihan, yakni Kabila, Suwawa, Tapa, dan Bone Pesisir.
Karena keterbatasan anggaran, peserta dibatasi dengan melibatkan tiga desa pada setiap kecamatan.
“Karena keterbatasan anggaran, maka setiap kecamatan cuma diambil tiga desa. Dan dalam tiga desa itu ada enam Posyandu yang sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal,” ujar Ruwaida.(Mg-05)
Editor : Azis Manansang