Gorontalopost, KWANDANG – Pagi yang tenang di Taman Pontolo Indah mendadak penuh semangat ketika Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, memperkenalkan identitas baru pariwisata daerahnya: “Just in Gorut”.
Bukan sekadar jargon, slogan itu lahir spontan sehari sebelumnya dan kini resmi diusung.
Baca Juga: Desa Tanggilingo Bone Bolango Resmi Jadi Desa Kreatif Nasional: Kue Karawo Siap Go Internasional
Sebagai brand yang menegaskan: keindahan laut, darat, dan budaya Gorontalo Utara hanya bisa ditemukan di sini.
“Sejak ribuan tahun lalu, perjalanan telah melahirkan peradaban.
Hari ini kita melanjutkannya dengan cara menjaga alam sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama,” ujar Thariq dalam peringatan World Tourism Day yang dihadiri pelaku wisata, akademisi, hingga investor.
Menariknya, seluruh kegiatan mulai dari penanaman pohon, pemangkasan vegetasi, hingga penandatanganan MoU dengan pelaku usaha wisata berjalan tanpa dana APBD.
“Ini bukti nyata bahwa kolaborasi lebih kuat daripada anggaran. Satu momentum bisa melahirkan banyak hal bila semua pihak bergerak bersama,” tegasnya.
Kerja sama tersebut melibatkan hotel, pemandu wisata, serta pengelola pulau eksotis seperti Saronde dan Dokokayo.
Harapannya, MoU ini membuka pintu investasi dan memperkuat infrastruktur pariwisataberkelanjutan.
Dalam aksi simbolis, pepohonan yang dipangkas diganti dengan 48 bibit baru wujud nyata komitmen menjaga ekosistem Taman Pontolo Indah.
“Tak ada pariwisata dunia tanpa kelestarian alam. Keindahan alam adalah modal utama kita,” tambahnya.
Selain meluncurkan slogan, Bupati Thariq juga mengumumkan Festival Mandi Safar.
Dan Pekan Raya UMKM-BUMDes tahun depan di Pantai Minanga, yang ditargetkan masuk Kharisma Event Nusantara 2027.
“Pontolo ini unik, ia memadukan dunia kontinental dan bahari.
Inilah bukti bahwa Gorontalo Utara bukan hanya hidden paradise, tapi pusat gerak pariwisata masa depan,”
pungkasnya.
Dengan visi hijau dan semangat kolaborasi, Gorontalo Utara kini semakin mantap.
Menorehkan jejak baru di peta wisata Indonesia sebuah pengalaman yang, kata Thariq, hanya bisa dirasakan “Just in Gorut”. (inong)
Editor : Azis Manansang