Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Sosok Bapak Atom Dunia, Perjalanan Hidup Julius Robert Oppenheimer

Tina Mamangkey • Kamis, 27 Juli 2023 | 08:21 WIB
Julius Robert Oppenheimer. (Yourweather.co.uk)
Julius Robert Oppenheimer. (Yourweather.co.uk)

GORONTALOPOST - Julius Robert Oppenheimer lahir pada tanggal 22 April 1904 di Kota New York, Amerika Serikat, sebagai seorang imigran Yahudi Jerman. Dia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Harvard pada tahun 1922 untuk mempelajari bidang kimia.

Oppenheimer kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Cambridge, Inggris, di Laboratorium Cavendish yang dipimpin oleh pemenang Hadiah Nobel J.J. Thomson, orang yang menemukan elektron. Di sinilah Oppenheimer memulai penelitian awalnya mengenai atom.

Pada tahun berikutnya, Oppenheimer melanjutkan studi di Universitas Göttingen, Jerman, salah satu pusat terkemuka di dunia untuk fisika teoritis.

Selama berada di Jerman, ia menerbitkan banyak makalah yang berkontribusi pada teori kuantum yang baru dikembangkan, termasuk salah satu karya pentingnya yang dikenal dengan pendekatan Born-Oppenheimer.

Pada tahun 1927, Oppenheimer meraih gelar doktor dan menjadi profesor di University of California, Berkeley, serta California Institute of Technology.

Selama 13 tahun berikutnya, ia aktif melakukan penelitian penting di berbagai bidang ilmiah, termasuk fisika nuklir, teori medan kuantum, dan astrofisika.

Pada era 1930-an, Oppenheimer mulai terlibat dalam aktivitas politik dan menyadari potensi bahaya jika Jerman Nazi berhasil mengembangkan senjata nuklir.

Ketika perang merebak di seluruh Eropa pada September 1939, Oppenheimer dengan semangat bergabung dalam upaya Amerika Serikat untuk mengembangkan senjata nuklir.

Kisah hidup Julius Robert Oppenheimer, pria yang menjadi perintis pembuatan bom atom, akhirnya diangkat ke layar lebar oleh sutradara Christopher Nolan dalam film berjudul "Oppenheimer." Walaupun banyak yang belum mengenal tokoh ini, ia merupakan sosok penting yang menjadi fisikawan pertama yang berhasil menciptakan bom atom di dunia.

Julius Robert Oppenheimer dijuluki sebagai "Bapak Bom Atom" saat Amerika Serikat memulai proyek Manhattan.

Penelitian Oppenheimer mengenai senjata nuklir pada era Perang Dunia II memang dikenal kontroversial.

Saat berlangsungnya Perang Dunia II, Oppenheimer bertanggung jawab sebagai Direktur Laboratorium Los Alamos dan sebagai salah satu peneliti yang terlibat dalam perancangan awal bom atom.

Meskipun terdapat kontroversi mengenai konsep bom atom, Oppenheimer tetap berusaha mengembangkan proyek ini.

Julius Robert Oppenheimer meninggal pada 18 Februari 1968, pada usia 62 tahun akibat kanker tenggorokan yang telah lama dideritanya.

Fisikawan yang erat hubungannya dengan Albert Einstein ini menunjukkan tekad dan dedikasinya dalam meneliti bom atom, meskipun dalam kondisi kesehatan yang kurang baik karena kebiasaan merokoknya.

The New York Times menyatakan bahwa kematian Oppenheimer pada tahun 1968 merupakan kehilangan besar bagi dunia ilmiah modern.

Karya-karya pentingnya, seperti penelitian tentang mekanika kuantum dan partikel fisika pada atom, berdampak signifikan dalam dunia industri nuklir. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#bom atom #Oppenheimer #Jerman