GORONTALOPOST - Google mengumumkan restrukturisasi perusahaan pada Rabu (10/1) malam waktu setempat.
Menurut Reuters, ratusan tenaga kerja yang berfokus pada pengembangan teknologi perangkat keras (hardware), seperti smartphone Pixels, smartwatch Fitbit, dan Nest, akan dirumahkan.
Restrukturisasi ini juga berdampak pada karyawan yang mengembangkan Assistant, salah satu program perintah suara Google.
Berdasarkan informasi dari 9To5Google, Google berencana melakukan restrukturisasi besar-besaran di divisi pengembangan hardware.
Fitbit, Nest, dan Pixel akan dikembangkan oleh satu divisi di bawah pengawasan satu pemimpin, menyebabkan pendiri Fitbit, James Park, Eric Friedman, dan beberapa staf lainnya meninggalkan perusahaan.
Sementara itu, karyawan yang bekerja pada pengembangan layanan Google Assistant juga mengalami dampak serupa.
Google berusaha fokus pada pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk produk perintah suara mereka.
Perubahan di divisi Assistant diharapkan akan meningkatkan produk tersebut dengan implementasi AI, seperti yang diungkapkan Google kepada Semafor setelah memperkenalkan chatbot AI Bard.
Google Assistant, diluncurkan pada 2016, bersaing dengan layanan perintah suara Siri milik Apple dan Alexa milik Amazon.
Keputusan ini mencerminkan dorongan Google untuk terus berkembang dalam menghadapi perubahan di pasar AI, termasuk kemunculan teknologi seperti ChatGPT milik OpenAI.
Keputusan restrukturisasi bukan yang pertama bagi Google, setelah pada Januari 2023, induk usahanya, Alphabet, melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 12 ribu karyawan.
Sundar Pichai, CEO Alphabet, menyebutnya sebagai respons terhadap perubahan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Seiring dengan langkah Google, perusahaan teknologi lain juga melakukan pemangkasan karyawan.
Amazon, pada Rabu (10/1), mengumumkan rencananya untuk merumahkan ratusan karyawan di unit bisnis seperti layanan streaming video Twitch, Prime Video, dan studio film Amazon MGM Studios.
Xerox, pengembang mesin cetak dan penyimpanan dokumen digital, juga mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja terhadap 15 persen karyawan pada 3 Januari 2024, sebagai bagian dari upaya pengembangan struktur organisasi dan perubahan model bisnis mereka. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey