Gorontalopost, KAMCHATKA, RUSIA — Kepanikan melanda Semenanjung Kamchatka setelah gempa berkekuatan 7,4 skala Richter mengguncang kawasan tersebut pada Jumat pagi.
Getaran hebat ini tidak hanya dirasakan warga di dalam rumah, tetapi juga terekam jelas oleh kamera CCTV hingga menimbulkan peringatan tsunami di seluruh negara.
Baca Juga: Data KPU Soal Pendidikan Cawapres Gibran Bikin Publik Heboh, Tertulis Pendidikan Terakhir
Dikutif dari media sosial Rusia langsung dipenuhi video amatir warga yang menampilkan lampu rumah bergoyang, perabotan bergeser, hingga mobil-mobil yang terparkir ikut terombang-ambing.
Rekaman dari Bandara Internasional Petropavlosk-Kamchatsky bahkan menampilkan suasana mencekam.
Papan informasi digital bergetar keras, sementara calon penumpang berhamburan mencari
tempat aman.
“Kami semua keluar rumah dengan cepat. Rasanya bumi benar-benar berdetak,” tulis salah satu warga di akun Telegram resmi wilayah Kamchatka.
Dampak gempa ini langsung mendapat respons global. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik
(PTWC) di Amerika Serikat.
Mengeluarkan peringatan dini bagi pesisir timur Kamchatka hingga Alaska dan Hawaii, dengan potensi gelombang tsunami mencapai 3 meter.
Meski begitu, otoritas Hawaii memastikan tidak ada ancaman tsunami besar di wilayah Pasifik, namun tetap siaga terhadap perubahan permukaan laut.
Gubernur Kamchatka, Vladimir Solodov, menegaskan belum ada laporan kerusakan serius sejauh ini.
“Gempa kali ini sekali lagi menguji ketangguhan kita. Saya mengajak masyarakat untuk tetap waspada, tenang, dan mengikuti Arah resmi,” katanya.
Baca Juga: Djamari Chaniago, Jenderal yang Pernah Pecat Prabowo, Kini Jadi Menko Polkam di Kabinet Merah Putih
Namun, ancaman belum berakhir. Badan Geofisika Rusia mencatat sedikitnya lima gempa susulan dalam 40 menit pertama, dengan magnitudo antara 5,1 hingga 5,8.
Para ahli memikirkan aktivitas seismik masih bisa berlangsung dalam beberapa hari bahkan bulan ke depan.
“Fenomena ini adalah kelanjutan dari siklus gempa besar yang sudah terjadi sejak Juni lalu,” jelas Adam Pascale, Kepala Ilmuwan di Pusat Penelitian Seismologi.
“Biasanya ada fase aktivitas intens beberapa minggu, lalu perlahan mereda tapi gempa susulan bisa saja berlangsung hingga bertahun-tahun.” (JP).
Editor : Azis Manansang