Gorontalopost, GAZA – Kekerasan di Jalur Gaza kembali memuncak. Dalam 24 jam terakhir, serangan udara, darat, dan laut yang dilancarkan Israel menewaskan **sedikitnya 50 warga Palestina, termasuk anak-anak.
Menurut kantor berita Sama, gelombang serangan terbaru menyasar berbagai titik, mulai dari Khan Yunis di selatan hingga kamp Nussirat di pusat Gaza.
Baca Juga: Skandal Wahyudin Moridu, BK DPRD Gorontalo Sebut Ucapan Kontroversial Terjadi Saat Mabuk
Bahkan, Rumah Sakit Nasser melaporkan dua anak meninggal akibat serangan udara di kamp pengungsi barat Khan Yunis.
Artileri Israel juga menghujani bagian utara kamp Nussirat, menambah panjang daftar
korban sipil di wilayah terkepung itu.
Di sisi lain, berbagai faksi perlawanan Palestina mengecam keras sikap Amerika Serikat yang kembali menggunakan hak veto di Dewan Keamanan PBB untuk menggagalkan resolusi gencatan senjata Gaza.
“Veto AS ini ibarat cek kosong bagi Israel untuk melanjutkan pembantaian,” tegas Gerakan Mujahidin Palestina dalam pernyataan resmi.
Nada serupa juga disuarakan oleh Jihad Islam Palestina yang menuding pemerintahan Washington menjadi mitra utama dalam genosida.
Baca Juga: Terungkap Kompol Anggraini Putri Diduga Jadi Wanita di Balik Lengsernya Irjen Krishna Murt
Sementara itu, Hamas menilai veto berulang dari AS sebagai bukti keterlibatan penuh negara adidaya itu dalam kejahatan perang terhadap rakyat Gaza.(JP/*).
Editor : Azis Manansang