Gorontalopost, TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia pada usia 86 tahun
setelah serangan udara gabungan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga: Reformasi Birokrasi Kabupaten Gorontalo, SOTK Baru Siap Pangkas OPD dan Perkuat Layanan Publik
Serangan tersebut dikabarkan menghantam kompleks kediamannya di Teheran
dalam operasi yang disebut-sebut berlangsung sangat cepat dan terukur.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi itu merupakan
hasil kerja intelijen tingkat tinggi dengan akurasi maksimal.
Ia menegaskan serangan dilakukan berdasarkan pemantauan yang telah lama dipersiapkan
dan menyasar target strategis secara spesifik.
Menurut Trump, langkah tersebut menjadi bukti ketegasan Washington dalam menghadapi kepemimpinan Iran.
Ia menyebut operasi itu sebagai tindakan yang “terukur dan tak terhindarkan” bagi pejabat Tinggi yang menjadi target,
seraya menekankan superioritas sistem pelacakan dan
koordinasi militer AS.
Baca Juga: Gubernur Gusnar dan Pangdam XIII/Merdeka Genjot Cetak Sawah Pohuwato, 523 Hektare Sudah Terbentuk
Di sisi lain, media pemerintah Iran, Tasnim News Agency, mengonfirmasi kabar wafatnya Khamenei.
Dalam laporannya, Tasnim menyebut sang pemimpin sebagai syahid yang gugur
akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Kematian Khamenei berpotensi memicu eskalasi ketegangan baru di kawasan Timur
Tengah.
Selain berdampak pada stabilitas politik domestik Iran, peristiwa ini
juga diperkirakan akan mengubah peta diplomasi dan keamanan regional secara signifikan dalam waktu dekat.(JP/*)
Editor : Azis Manansang