Gorontalopost, LIMBOTO — Langkah mengejutkan namun penuh makna dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur.
Di tengah isu merenggangnya hubungan antara eksekutif dan legislatif,
ia memilih datang langsung ke kantor DPRD Kabupaten Gorontalo pada Senin (10/11/2025).
Kedatangannya bukan untuk rapat atau pembahasan anggaran, melainkan untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Kehadiran Sugondo membawa suasana berbeda di gedung dewan. Dengan nada rendah hati,
ia menyampaikan permintaan maaf kepada pimpinan dan seluruh fraksi DPRD atas segala hal yang mungkin menimbulkan ketidaknyamanan.
“Saya datang bukan karena tekanan, tapi karena kesadaran. Jika ada hal yang kurang berkenan selama ini,
saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ungkap Sugondo dengan sikap tenang dan tulus.
Langkah berani itu menjadi sorotan, mengingat sebelumnya hubungan antara Sekda dan para anggota DPRD sempat memanas.
Sugondo disebut tidak menanggapi beberapa undangan resmi dari dewan, hingga DPRD akhirnya mengeluarkan surat rekomendasi penonaktifan terhadap dirinya.
Namun, alih-alih membalas dengan konfrontasi, ia justru memilih menempuh jalur rekonsiliasi dengan datang sendiri tanpa perantara.
Baca Juga: Semarak 25 Tahun Gorontalo, Ketua DPRD Ajak Warga Satukan Langkah Menuju Provinsi Lebih Maju
“Ini bentuk introspeksi diri saya. Saya sadar komunikasi adalah kunci dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD sebagai wakil rakyat.
Tidak ada pembangunan yang bisa berjalan tanpa kebersamaan,” ujar Sugondo dengan penuh kesadaran.
Ia menegaskan, pengalaman ini akan menjadi evaluasi penting untuk memperbaiki hubungan dan meningkatkan pelayanan publik di masa mendatang.
Sikap rendah hati Sugondo pun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Banyak yang menilai tindakannya sebagai contoh kepemimpinan yang berkelas dan berjiwa besar.
Karena memilih berdamai daripada memperpanjang konflik.
Dari ketegangan menuju kehangatan, langkah ini menandai babak baru hubungan eksekutif-legislatif di Kabupaten Gorontalo.
Sebuah pesan bahwa dalam dunia birokrasi, kerendahan hati terkadang lebih kuat dari sekadar kekuasaan.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang