GORONTALOPOST -Tradisi Lebaran Ketupat 2026 di Kabupaten Gorontalo diharapkan mampu melampaui sekadar pesta budaya, dengan menghadirkan nuansa kebersamaan, silaturahmi, serta keamanan yang terjaga.
Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesakralan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini. Ia menegaskan pentingnya menjauhi hal-hal yang dapat merusak nilai luhur Lebaran Ketupat, seperti penyalahgunaan minuman keras (miras) dan narkoba.
Menurutnya, keberhasilan perayaan ini sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia berharap tidak ada tindakan kriminalitas yang mencoreng kemeriahan pesta adat tahunan tersebut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mensukseskan Lebaran Ketupat dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Hindari hal-hal yang bisa memicu keributan, terutama miras dan narkoba,” tegas Zulfikar.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa esensi utama dari tradisi Lebaran Ketupat adalah mempererat persaudaraan dan kebersamaan. Kehadiran zat adiktif justru dinilai dapat merusak makna tersebut dan mengganggu keharmonisan yang seharusnya terjalin.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai ajang silaturahmi yang positif dan penuh kebahagiaan,” tambahnya.
Selain mengimbau masyarakat, Zulfikar juga memberikan apresiasi kepada aparat keamanan, khususnya TNI dan Polri, yang akan bertugas mengawal jalannya perayaan. Pengamanan di berbagai titik keramaian seperti pusat kuliner dan objek wisata akan diperketat guna memastikan kenyamanan pengunjung.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Kabupaten Gorontalo optimistis dapat menghadirkan perayaan Lebaran Ketupat yang tidak hanya meriah, tetapi juga aman dan nyaman bagi semua, termasuk wisatawan lokal maupun mancanegara.
Editor : Nur Fadilah