GORONTALOPOST -Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tancap gas memperkuat sistem layanan kesehatan dengan menggelar pertemuan strategis penyusunan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari di Hotel Aston Gorontalo ini menjadi langkah penting dalam memastikan ketersediaan tenaga medis yang tepat, merata, dan berkelanjutan.
Fokus utama pertemuan ini adalah memastikan data ketenagakerjaan yang digunakan benar-benar valid dan selalu diperbarui.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang Otoluwa, menegaskan bahwa keakuratan data menjadi fondasi utama dalam merancang kebutuhan tenaga kesehatan di masa depan. Tanpa data yang mutakhir, perencanaan dinilai berisiko tidak tepat sasaran.
Menariknya, upaya ini juga diperkuat dengan sentuhan digitalisasi. Narasumber dari Universitas Hasanuddin, dr. Takdir, memaparkan pentingnya sistem digital dalam pengelolaan data tenaga kesehatan. Dengan sistem yang terintegrasi, pemerintah daerah diharapkan dapat memantau kebutuhan tenaga medis secara real-time dan menyusun perencanaan yang lebih efisien.
Selain itu, perencanaan jangka panjang menjadi perhatian serius. Hal ini mengingat proses pendidikan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Pemerintah pun menekankan agar pemenuhan SDM kesehatan tidak lagi bersifat mendadak, melainkan terencana dengan matang hingga bertahun-tahun ke depan.
Sorotan lain dalam pertemuan ini adalah pengembangan Rumah Sakit Ainun Habibie sebagai pusat layanan kanker dan mata.
Pemerintah daerah mengingatkan agar kesiapan tenaga spesialis sejalan dengan pengembangan fasilitas, sehingga saat rumah sakit diresmikan, layanan unggulan sudah dapat berjalan optimal.
Tak hanya itu, penyusunan rencana kebutuhan SDM kesehatan ini juga melibatkan berbagai pihak lintas sektor, mulai dari BPSDM hingga Biro Organisasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif, terintegrasi, dan tidak tumpang tindih.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan lahirnya dokumen perencanaan SDM kesehatan yang kredibel dan aplikatif.
Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan tenaga medis di masa depan.(antara)
Editor : Nur Fadilah