Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Gubernur Gorontalo Soroti Tingginya Angka Kelahiran, Peran BKKBN Diperkuat

Nur Fadilah • Selasa, 5 Mei 2026 | 09:38 WIB
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat menyerahkan piagam penghargaan kepada instansi pemda atas pelaporan tertinggi program pemberdayaan keluarga pada Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Rakorda Bangga Kencana), Senin (4/5/2026). ANTARA/HO-Kominfotik Provinsi Gorontalo
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat menyerahkan piagam penghargaan kepada instansi pemda atas pelaporan tertinggi program pemberdayaan keluarga pada Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Rakorda Bangga Kencana), Senin (4/5/2026). ANTARA/HO-Kominfotik Provinsi Gorontalo

 
GORONTALOPOST
-Upaya menekan lonjakan penduduk kembali menjadi sorotan di Provinsi Gorontalo. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, secara tegas meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk memperkuat fokus kerja mereka, terutama dalam mengendalikan angka kelahiran yang dinilai masih tinggi.

Dalam forum Rapat Koordinasi Daerah Bangga Kencana, Gusnar menekankan bahwa peran BKKBN khususnya Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) tidak hanya sebatas pelayanan keluarga berencana.

Lebih dari itu, mereka juga menjadi ujung tombak dalam menekan berbagai persoalan sosial seperti stunting (tengkes), kemiskinan, hingga tingginya angka putus sekolah.

Namun dari semua tantangan tersebut, satu hal yang dianggap paling mendesak adalah tingginya angka kesuburan atau fertility rate. Menurutnya, kondisi ini berpotensi memicu lonjakan jumlah penduduk jika tidak segera dikendalikan dengan strategi yang tepat.

Gusnar bahkan mendorong BKKBN untuk kembali menguatkan pendekatan program keluarga berencana seperti yang pernah sukses dijalankan di masa lalu, sembari tetap menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman dan peningkatan kualitas keluarga saat ini.

Tak hanya itu, perhatian pemerintah juga tertuju pada pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang mulai berlangsung sejak Mei. Gubernur menilai sensus ini memiliki peran penting dalam memotret kondisi nyata masyarakat, mulai dari aspek ekonomi hingga pola pikir warga.

Di sinilah peran PLKB kembali diuji. Kedekatan mereka dengan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menyukseskan proses pendataan. Gusnar meminta para petugas aktif turun ke lapangan untuk menyosialisasikan pentingnya sensus, sekaligus mengedukasi warga agar memberikan data yang jujur dan akurat saat petugas datang.

“Sampaikan apa adanya ketika petugas sensus datang,” tegasnya.

Data yang dihimpun dari Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam mengatasi berbagai persoalan sosial dan ekonomi di daerah.

Pelaksanaan sensus sendiri berlangsung hingga 31 Agustus 2026, dimulai dengan pengisian kuesioner secara daring, lalu dilanjutkan pendataan langsung dari rumah ke rumah mulai pertengahan Juni.

Dengan sinergi antara pemerintah, BKKBN, dan masyarakat, diharapkan upaya pengendalian penduduk serta peningkatan kesejahteraan warga Gorontalo dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#Gorontalo #Gubernur Gorontalo #BKKBN