Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Gorontalo Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi ke-4 di Indonesia

Nur Fadilah • Rabu, 13 Mei 2026 | 09:10 WIB
Data berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik. ANTARA/HO-Kominfotik Provinsi Gorontalo
Data berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik. ANTARA/HO-Kominfotik Provinsi Gorontalo

 
GORONTALOPOST
-Provinsi Gorontalo membuka tahun 2026 dengan capaian yang menggembirakan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, daerah ini justru mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang mengesankan pada triwulan I.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal Mei, Gorontalo berhasil menempati posisi keempat secara nasional dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,68 persen.

Angka ini menempatkan Gorontalo di bawah Sulawesi Tengah (8,32 persen), Nusa Tenggara Barat (13,64 persen), dan Maluku Utara (19,64 persen).

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Gorontalo, Mohamad Trizal Entengo, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Di tengah keterbatasan anggaran, roda ekonomi daerah tetap bergerak bahkan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak masa pemulihan pascapandemi COVID-19.

“Ini bukan sekadar angka. Pertumbuhan ini mencerminkan iklim investasi yang semakin baik, perputaran uang yang meningkat, serta kontribusi terhadap penerimaan negara yang semakin besar,” ujarnya.

Salah satu motor penggerak utama pertumbuhan tersebut datang dari sektor pertambangan. Aktivitas industri yang sebelumnya belum optimal kini mulai menunjukkan dampak nyata bagi daerah. Kehadiran perusahaan tambang seperti Pani Gold Project di Kabupaten Pohuwato menjadi contoh konkret.

Pada tahap awal operasinya saja, perusahaan tersebut telah menyumbang sekitar Rp12 miliar kepada pemerintah provinsi. Angka ini belum termasuk kontribusi bagi pemerintah pusat maupun kabupaten/kota.

Tak hanya pertambangan, sektor pertanian juga menunjukkan sinyal positif. Kesejahteraan petani meningkat, tercermin dari nilai tukar petani yang mencapai 120,24 poin. Sementara itu, inflasi daerah tetap terkendali di angka 2,60 persen secara tahunan (year-on-year).

Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gusnar Ismail berharap tren positif ini terus berlanjut. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi vertikal, perbankan, sektor swasta, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan visi “Gorontalo Maju dan Sejahtera”.

Dengan fondasi ekonomi yang semakin kuat, Gorontalo kini menunjukkan bahwa daerah dengan keterbatasan pun mampu melesat, asalkan didorong sinergi dan optimisme bersama.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#Gorontalo #bps #pertumbuhan ekonomi