GORONTALOPOST - Baru-baru ini, sosial media ramai membahas pernyataan Gibran Rakabuming Raka, Cawapres nomor urut 2 pasangan Prabowo Subianto, yang keliru menyebut asam folat sebagai asam sulfat dalam sebuah acara di Jakarta Selatan.
Gibran menghadiri diskusi ekonomi kreatif pada Minggu (3/12) di Senopati, di mana kesalahan ucapan ini membuatnya menjadi sorotan warganet.
Setelah kontroversi tersebut, Gibran menyampaikan permintaan maaf.
Meski demikian, fokus berita tidak hanya pada kesalahan Gibran, melainkan juga pada penjelasan mengenai asam folat dan manfaatnya bagi ibu hamil serta janin.
Asam folat, bentuk sintetis dari vitamin B9, memiliki peran penting dalam pembentukan sistem saraf janin dan memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil.
Menurut informasi dari Youtube Alodokter, asupan asam folat yang disarankan bagi ibu hamil adalah 600 mikrogram setiap hari, yang biasanya diperoleh dari suplemen kesehatan dan susu khusus ibu hamil.
Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi suplemen.
Selain itu, kebutuhan asam folat dapat terpenuhi melalui konsumsi makanan seperti alpukat, pepaya, jeruk, bayam, brokoli, kentang, kacang-kacangan, hati sapi, dan telur.
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai manfaat asam folat bagi ibu hamil:
1. Mencegah cacat tabung saraf
Jika ibu hamil kekurangan asam folat maka akan memperbesar resiko janin atau bayi terkena cacat tabung saraf.
Seperti anensefali (janin tidak memiliki otak) dan spina bifida (janin tidak memiliki sumsum tulang belakang).
Selain permasalahan pada tabung saraf, kondisi itu juga dapat mengakibatkan terjadinya bibir sumbing dan penyakit jantung bawaan pada bayi.
2. Mencegah keguguran
Konsumsi jumlah asam folat yang cukup dalam setiap harinya, dapat memperkecil resiko keguguran, kelahiran prematur dan juga gangguan pertumbuhan janin yang terletak dalam kandungan.
3. menurunkan risiko preeklamsia
Kondisi itu adalah salah satu dari jenis komplikasi kehamilan yang sering terjadi saat usia kehamilan lebih dari 20 minggu.
Biasanya ditandai dengan peningkatan tekanan darah, bengkak- bengkak dan juga kelebihan protein dalam urine.
Ibu hamil yang menderita preeklamsia juga dapat mengalami kejang yang sangat berbahaya saat hamil.
Sehingga hal itu berdampak pada, meningkatnya risiko bayi lahir dengan berat badan yang kurang.
4. Mencegah anemia
Kondisi itu umumnya dirasakan karena adanya perasaan pusing yang diakibatkan karena kekurangan sel darah merah (hemoglobin).
Pencegahannya dapat diantisipasi dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi yang tinggi dan juga asam folat.
Fungsi zat besi untuk ibu hamil salah satunya menambah asupan nutrisi pada janin dan mencegah pendarahan saat masa persalinan. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey