GORONTALOPOST - Kanker payudara telah menjadi momok yang menakutkan bagi kesehatan perempuan. Meskipun faktor-faktor seperti genetika, riwayat keluarga, dan usia tidak dapat dikendalikan, namun konsumsi makanan dan gaya hidup adalah elemen yang dapat kita kendalikan.
Sebuah studi menunjukkan bahwa negara-negara dengan pola makan nabati dan rendah lemak cenderung memiliki tingkat kejadian kanker payudara yang lebih rendah.
Namun demikian, kita perlu memperhatikan jenis makanan apa yang sebaiknya dihindari untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara.
Menurut HerScan, berikut adalah beberapa makanan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara:
1. Daging olahan
Sebuah penelitian pada tahun 2018 mengungkapkan bahwa tingginya konsumsi daging olahan dikaitkan dengan peningkatan kanker payudara.
Daging olahan meliputi produk daging yang diawetkan dengan cara pengasapan, pengasinan, atau pun dengan penambahan bahan kimia tambahan, seperti sosis, salami, daging deli, dan sebagainya.
Ketika daging dimasak atau diproses menggunakan suhu tinggi, terbentuk bahan kimia baru yang disebut amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang dapat membantu perkembangan kanker.
Faktanya, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker mengklasifikasikan daging olahan sebagai bahan karsinogen atau zat penyebab kanker.
Oleh karena itu, penting untuk membatasi atau menghindari jenis makanan ini sebisa mungkin.
2. Makanan non-organik
Makanan yang diolah dengan pestisida dan herbisida selama proses produksi pertanian dapat mengandung residu yang dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi.
Selama bertahun-tahun, terdapat sejumlah penelitian yang mengaitkan pestisida tertentu dengan kanker, termasuk asam diklorofenoksiasetat, yang masih digunakan hingga saat ini.
Pestisida ini merupakan pengganggu endokrin yang sebenarnya dapat meniru estrogen, dan kadar hormon estrogen yang tinggi telah dikaitkan dengan kanker.
Oleh karena itu, mencuci produk secara menyeluruh sebelum dimakan menjadi sangat penting.
3. Gorengan
Ada banyak alasan penting untuk menghilangkan makanan yang digoreng dari pola makan karena dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan seiring berjalannya waktu, khususnya kanker payudara.
Sebuah penelitian terhadap 620 wanita di bawah usia 50 tahun menyimpulkan bahwa konsumsi makanan yang digoreng merupakan faktor risiko terbesar mereka terkena kanker payudara.
Hal itu disebabkan cara memasaknya yang sama seperti daging olahan. Gorengan umumnya dimasak menggunakan suhu tinggi yang dapat menghasilkan senyawa karsinogenik.
4. Alkohol berlebihan
Minum alkohol secara berlebihan, seperti bir, anggur, dan minuman keras (miras), telah terbukti meningkatkan risiko terkena kanker payudara dengan reseptor hormon positif, serta jenis kanker lainnya.
Penelitian telah mengungkapkan bahwa dibandingkan dengan wanita yang tidak minum alkohol, wanita yang minum tiga minuman beralkohol dalam seminggu memiliki risiko 15 persen lebih tinggi terkena kanker payudara.
5. Gula tambahan
Penting untuk mengetahui nutrisi dalam makanan yang dimakan dan memantau makanan apa pun yang mengandung fruktosa, glukosa, sukrosa, dan laktosa karena gula memiliki banyak bentuk.
Ternyata, kanker payudara juga menyukai makanan manis. Pola makan yang tinggi makanan manis dan gula tambahan dapat meningkatkan kadar insulin dan IGF-1 (Insulin-like Growth Factor 1), yang pada gilirannya merangsang pertumbuhan kanker ketika terdapat patogen.
Singkatnya, gula bisa memberi makan pada kanker. Inilah sebabnya sangat penting untuk selalu memperhatikan nutrisi yang dimakan, terutama yang manis-manis. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey