Gorontalo Post – Jamur masih sering dianggap sebagai salah satu jenis tumbuhan. Namun ternyata pada kebenarannya, jamur tidak memiliki klorofil yang digunakan untuk melakukan fotosintesis layaknya tumbuhan pada umumnya.
Jamur merupakan salah satu jenis organisme eukariotik yang memperoleh makanannya dengan bergantung dengan makhluk lain.
Pada dasarnya, jamur dapat ditemukan di semua habitat. Artinya dia bisa hidup di darat maupun di air.
Salah satu organisme yang tergolong unik ini sebagian jenisnya boleh dikonsumsi dan sebagian lagi tidak dapat dikonsumsi.
Oleh karena itu jamur digolongkan menjadi tiga, yaitu jenis jamur boleh dimakan, jamur untuk obat dan jamur beracun.
Jamur yang digunakan untuk obat bisa juga berasal dari jamur yang beracun, akan tetapi sebelum itu diolah dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, ujar sumber terpercaya.
Apabila pengelolaan dan anjuran medis tidak diterapkan dengan benar, jamur bisa mengakibatkan dampak buruk lebih besar.
Melansir dari shroomer.com terdapat ciri-ciri tertentu yang membantu untuk mengidentifikasi jamur beracun.
Diantaranya adalah memiliki bau yang tidak sedap (seperti bau kimia, bau yang menyengat, atau bau tengik), memiliki cincin atau volva (bentuk cangkir pada tubuh jamur), memiliki tutup atau batang berwarna merah, memiliki insang putih atau cetakan spora, dan memiliki memar atau kerusakan pada kulit yang akan berubah warna.
Jamur yang tidak beracun biasanya mengandung gizi yang tinggi serta lezat untuk dikonsumsi, tambahnya.
Namun, apabila jamur itu tidak benar-benar diidentifikasi aman tidaknya bisa menimbulkan risiko serius bagi kesehatan, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Ada lima jenis jamur yang harus dihindari dan jangan sampai mengkonsumsinya, yaitu Death Cap (Amanita Phalloides), Little Brown Mushroom (Conocybe Filaris), Autumn Skullcap (Galerina Marginata), Death Angels (Amanita Ocreta), dan False Morels (Gyromitra Esculenta and Gyromitra Infula).
Baca Juga: Menguak Misteri, 3 Tanggal Lahir Kesukaan Nyi Roro Kidul Ratu Pantai Selatan
Jenis-jenis jamur di atas sangatlah berbahaya dan harus diwaspadai. Masih ada jenis-jenis jamur yang beracun selain disebutkan di atas. Oleh karena itu, apabila menemukan jamur yang asing dan ragu aman tidaknya, sebaiknya tidak dikonsumsi," imbau sumber tersebut.
Jamur beracun dapat mengakibatkan berbagai penyakit, dari penyakit ringan maupun parah hingga menyebabkan kematian. Untuk itu jangan mencoba-coba berburu jamur jika tidak dengan pengalaman dan pengetahuan yang tinggi, tambahnya.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu