Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Tak Perlu Panik, Ini Perbedaan Super Flu dengan Flu Biasa

Nur Fadilah • Rabu, 18 Februari 2026 | 10:52 WIB


Ilustrasi masyarakat terkena flu/(Freepik)
Ilustrasi masyarakat terkena flu/(Freepik)

GORONTALOPOST -Istilah super flu belakangan ini ramai diperbincangkan dan membuat sebagian masyarakat khawatir. Banyak yang mengira super flu adalah virus baru yang berbahaya seperti saat awal kemunculan COVID-19.

Padahal, secara medis, super flu bukanlah virus jenis baru, melainkan sebutan untuk infeksi flu yang gejalanya lebih berat atau berlangsung lebih lama dari flu biasa.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan super flu?

Super flu umumnya masih disebabkan oleh virus influenza, seperti tipe A atau B. Namun pada kondisi tertentu, infeksi ini dapat menimbulkan gejala yang lebih intens, seperti:

Pada beberapa kasus, gejala bisa berlangsung lebih dari satu minggu, bahkan memicu komplikasi seperti radang paru (pneumonia), terutama pada kelompok rentan.

Istilah “super” muncul karena dampaknya yang terasa lebih berat dari flu musiman biasa. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:

  1. Daya tahan tubuh yang sedang menurun

  2. Paparan virus dalam jumlah besar

  3. Adanya penyakit penyerta seperti diabetes atau gangguan pernapasan

  4. Kurang istirahat dan stres berlebihan

Cuaca yang tidak menentu juga sering menjadi pemicu meningkatnya kasus influenza dengan gejala berat.

Beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami super flu antara lain:

Pada kelompok ini, flu yang awalnya terlihat ringan bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.

Meski gejalanya mirip, super flu tetap berbeda dari infeksi COVID-19. Flu umumnya berkembang cepat dalam 1–3 hari setelah terpapar virus, sedangkan COVID-19 bisa memiliki masa inkubasi lebih panjang.

Selain itu, kehilangan penciuman dan perasa lebih sering terjadi pada COVID-19, meski tidak selalu.

Untuk memastikan penyebab infeksi, pemeriksaan medis tetap diperlukan, terutama jika gejala berat atau tidak membaik setelah beberapa hari.

Segera periksakan diri jika mengalami:

Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Cara Mencegah Super Flu

Karena disebabkan oleh virus influenza, langkah pencegahannya serupa dengan flu biasa, yaitu:

Vaksin flu dapat membantu mengurangi risiko infeksi berat serta komplikasi.

Tetap Tenang, Tapi Jangan Abai

Super flu memang bukan virus baru, namun bukan berarti bisa dianggap sepele. Gejalanya yang lebih berat dapat mengganggu aktivitas bahkan berisiko bagi kelompok rentan.

Kunci utamanya adalah menjaga daya tahan tubuh, mengenali gejala sejak dini, dan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga medis jika kondisi memburuk.

Dengan kewaspadaan yang tepat, super flu dapat dicegah dan ditangani dengan baik.

Editor : Nur Fadilah
#Waspada Super Flu #Super Flu