GORONTALOPOST - Gula merah dan gula aren, dua bahan familiar di dapur setiap ibu rumah tangga atau koki, ternyata memiliki perbedaan yang tidak boleh diabaikan.
Kedua gula ini sering menjadi pilihan dalam pembuatan berbagai kue dan masakan nusantara.
Meskipun banyak yang menganggap gula merah dan gula aren sama, namun, seiring penelitian lebih lanjut, perbedaan keduanya menjadi semakin jelas, baik dari segi bau, tekstur, warna, rasa, hingga bahan bakunya.
Sebagaimana diutarakan dalam video TikTok oleh Gung Wahyuni, mari kita simak perbedaan kunci antara gula merah dan gula aren:
Bahan Baku
Bahan baku pada gula aren dan gula merah sangatlah berbeda, itu sebabnya juga nama keduanya tidak disamakan.
Gula aren terdiri dari nira pohon aren yang disaring kemudian diolah sampai mengental, lalu dicetak menjadi bentuk bulat atau setengah lingkaran.
Untuk gula merah terdiri dari nira pohon kelapa yang hampir sama dengan gula aren yaitu dimasak dan diolah sampai mengental kemudian dicetak.
Warna dan tampilan
Untuk tampilan pada gula merah dan gula aren jika dilihat sekilas akan tampak serupa, namun jika diperhatikan lebih lama akan sedikit berbeda.
Untuk warna pada gula aren cenderung gelap dan coklat, namun pada gula merah terlihat lebih merah dan tidak gelap.
Terkadang perbedaan warna ini bisa menentukan juga warna pada adonan brownies atau kue kering manis seperti cookies.
Tekstur
Untuk tekstur juga sama, keduanya memiliki perbedaan yang tidak begitu terlihat, namun jika dipegang dan dirasakan akan berbeda.
Untuk gula merah memiliki tekstur yang padat dan legit, dehingga jika dipotong sisir akan tetap padat dan legit.
Berbeda dengan gula merah, gula aren jika dipotong sisir dan dipegang atau dirasakan maka tekturnya akan hancur seperti bubuk yang basah
Aroma
Untuk aromanya, gula aren memiliki aroma khas aren yang kuat dan sedap, namun untuk gula merah aromanya tidak terlalu kuat.
Untuk harganya juga sedikit berbeda, gula aren memiliki harga yang lebih mahal dari pada gula merah, itu semua karena proses produksi yang berbeda pula. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey