Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Suku Hongana Manyawa, Penjaga Hutan Halmahera yang Berjuang Melawan Tambang Nikel

Tina Mamangkey • Rabu, 8 Mei 2024 | 11:52 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

GORONTALOPOST - Halmahera, Maluku Utara, menjadi rumah bagi komunitas adat yang memikat, suku Hongana Manyawa.

Mereka adalah salah satu dari sedikit suku pemburu nomaden di Indonesia yang masih menjalani kehidupan tradisional mereka di dalam hutan.

Bagi mereka, hutan bukan hanya tempat tinggal, melainkan juga entitas yang hidup, memiliki jiwa, dan perasaan.

Sejak lahir hingga kematian, Suku Hongana Manyawa mengikat hidup mereka dengan hutan. Saat seorang bayi lahir, keluarganya menanam pohon sebagai tanda syukur, kemudian tali pusarnya diikatkan pada pohon tersebut.

Begitu pula pada akhir hayat, tubuh mereka diletakkan di pohon-pohon yang dihormati sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Dalam menghormati pepohonan, Suku Hongana Manyawa membangun rumah mereka dari cabang-cabang dan dedaunan, bukan dengan menebang pohon.

Mereka menganggap tindakan menebang pohon untuk bangunan rumah sebagai tindakan yang sangat tidak pantas.

Ketika menggunakan hasil hutan, mereka melakukan ritual khusus sebagai bentuk penghormatan.

Suku Hongana Manyawa memiliki pengetahuan luas tentang hutan dan keahlian dalam berburu dan meramu.

Mereka mampu menjelajahi hutan tanpa merusak hubungan dengan pepohonan. Keterampilan mereka tidak hanya dalam berburu babi hutan, rusa, dan hewan lainnya, tetapi juga dalam pengobatan tradisional menggunakan tanaman lokal.

Meskipun menjalani kehidupan yang harmonis dengan alam, Suku Hongana Manyawa menghadapi berbagai tantangan.

Mereka mendapatkan stigma buruk dan terancam oleh kehadiran tambang nikel.

Seringkali, mereka dianggap sebagai pelaku kejahatan, terutama saat terjadi insiden yang melibatkan pekerja tambang.

Dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah Indonesia telah mencoba merelokasi Suku Hongana Manyawa dari hutan ke perkampungan.

Namun, banyak dari mereka menolak untuk meninggalkan akar sejarah dan budaya mereka. Mereka juga terus menghadapi ancaman atas keberadaan hutan yang terus menyusut akibat eksploitasi tambang nikel.

Dengan hutan tempat tinggal mereka yang terus menyusut dan lingkungan yang semakin tercemar, Suku Hongana Manyawa menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

Namun, keberanian dan keberlanjutan mereka dalam mempertahankan warisan alam dan budaya memberikan harapan bagi kelangsungan hidup mereka di tengah arus modernisasi dan eksploitasi lingkungan. (***)

Sumber: Youtube @KabarPedia

Editor : Tina Mamangkey
#entitas #Suku Hongana Manyawa #nomaden #tambang #Kehidupan #budaya #suku #tradisional