Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Mengungkap Fenomena Kesurupan: Antara Mitos dan Realitas Ilmiah

Prisilia Rumengan • Jumat, 17 Mei 2024 | 20:59 WIB
Photo
Photo

GORONTALOPOST - Kesurupan adalah fenomena yang menarik perhatian banyak orang, terutama di Indonesia, di mana hal-hal berbau mistis masih kerap dipercayai. Istilah ini sering kali dikaitkan dengan masuknya roh atau makhluk halus ke dalam tubuh seseorang. Namun, fenomena ini juga bisa dijelaskan dari sudut pandang ilmiah. Apa sebenarnya kesurupan dan bagaimana penjelasan ilmiahnya?

  Definisi Kesurupan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ‘kesurupan’ berasal dari kata dasar ‘surup’ yang berarti kemasukan (setan atau roh), sehingga orang yang mengalaminya bertindak aneh atau tidak wajar. Dalam pandangan tradisional, kesurupan diartikan sebagai kondisi di mana tubuh seseorang dirasuki makhluk halus, menyebabkan individu tersebut bertindak di luar kebiasaan mereka. Perukiah atau praktisi ruqyah melihat kesurupan sebagai hilangnya kesadaran akibat masuknya jin ke dalam tubuh melalui aliran darah, yang menyebabkan individu kehilangan kendali atas diri mereka.

  Penjelasan Ilmiah Kesurupan

Beberapa studi mencoba menjelaskan fenomena kesurupan dari sudut pandang ilmiah. Misalnya, sebuah jurnal berjudul "Trapped Between Theological and Medical Notions of Possession: A Case of Possession Trance Disorder With a 3-Year Follow-Up" yang terbit di National Library of Medicine, mengklasifikasikan kesurupan sebagai Dissociative Trance Disorder (DTD). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam klasifikasinya edisi ke-10 dan 11 juga memasukkan Possession and Trance Disorder (PTD) dalam kategori gangguan disosiatif.

  Jenis-jenis Kesurupan dalam Psikiatri

Dalam dunia psikiatri, kesurupan dibagi menjadi dua jenis:

  1. Munculnya keyakinan adanya kekuatan lain yang menguasai diri seseorang

 Gejala ini muncul akibat terbaginya isi pikiran seseorang, mirip dengan gejala yang dialami pasien skizofrenia dan waham.

  1. Metamorfosis total

Orang yang kesurupan meyakini dirinya berubah menjadi orang lain atau benda tertentu, yang dalam psikiatri disebut sebagai gangguan disosiasi, bagian dari neurosis histerik. Biasanya, kesurupan dipicu oleh stres psikologis berat, yang membuat individu tersebut beralih menjadi pribadi lain sebagai mekanisme bertahan.

  Apa yang Terjadi pada Orang yang Kesurupan?

Kondisi mental orang yang kesurupan mirip dengan kondisi hipnosis dan situasi pilot di pesawat. Pasien dengan disosiasi sangat mudah dihipnotis karena mereka menghindari stres dengan menciptakan kondisi disosiatif untuk mencegah munculnya ingatan traumatis. Kesurupan sebenarnya hanya salah satu bentuk gangguan disosiasi, selain amnesia yang disertai terciptanya identitas baru atau kepribadian ganda.

  Penyebab Kesurupan

 

Penyebab utama kesurupan bukanlah kemasukan roh atau jin, melainkan stres akibat tekanan mental. Tekanan mental ini bisa berasal dari berbagai sumber, seperti masalah di rumah, sekolah, atau tempat kerja. Contoh tekanan mental termasuk perundungan, penyiksaan fisik atau seksual, sering dimarahi orang tua, atau bertengkar dengan teman.

 

  Kesimpulan

 

Penjelasan ilmiah tentang kesurupan menunjukkan bahwa pemahaman tentang fenomena ini dapat berbeda-beda tergantung sudut pandang yang diambil. Dalam budaya lokal, kesurupan sering dikaitkan dengan hal mistis, sementara dalam dunia medis, kesurupan dianggap sebagai gangguan disosiatif yang dipicu oleh stres dan tekanan mental. Perbedaan pandangan ini sangatlah lazim dan perlu diterima secara berdampingan. (aReKey)

 

Editor : Prisilia Rumengan
#ilmiah #kesurupan #jin #mistis