GORONTALOOST - Fenomena kepercayaan kepada zodiak adalah topik yang menarik untuk ditelusuri, terutama dari sudut pandang psikologis.
Banyak orang yang merasa cocok dengan peramalan atau prediksi zodiak, dan ini didasari oleh berbagai faktor psikologis yang mempengaruhi cara mereka menafsirkan dan menerima informasi tersebut.
Definisi dan Populeritas Zodiak
Zodiak sendiri adalah sebuah konsep astrologi yang mengaitkan posisi benda-benda langit dengan kepribadian dan peruntungan manusia.
Pada era modern ini, zodiak telah dikemas dengan cara yang menarik, terutama oleh para content creator di media sosial seperti TikTok dan YouTube, yang menjelaskan kepribadian, perjalanan cinta, dan perasaan dari masing-masing zodiak.
Pembahasan tentang zodiak tidak pernah usai; selalu ada perkembangan terbaru setiap tahun, bahkan setiap bulan.
Bagi para penggemar zodiak, memperbarui informasi terkini adalah hal penting. Namun, apa sebenarnya yang membuat seseorang percaya begitu kuat pada zodiak? Berikut adalah tiga faktor psikologis yang menjadi penyebabnya:
1. Barnum Effect
Dilansir dari laman DW, barnum effect merupakan kondisi psikologis yang dapat menyakinkan orang bahwa prediksi tersebut benar adanya.
Padahal jika lebih dicermati, prediksi-prediksi tersebut bersifat umum yang bisa terjadi kepada siapa saja.Efek ini membuat seseorang merasa bahwa apa yang mereka dengar atau baca memang ditujukan untuknya.
Faktor lain yang mempengaruhi barnum effect adalah validasi subjektif. Pada umumnya orang-orang cenderung menyukai hal-hal positif tentang kepribadian mereka.
Jadi ketika terdapat pembahasan zodiak yang menjelaskan kepribadian mengagumkan, pembaca akan tertarik untuk mendengarkannya dan mencoba menghubung-hubungkan dengan dirinya sendiri.
2. Respon Terhadap Stres dan Kecemasan
Dilansir pada THE SWDL, hasil penelitian memperlihatkan bahwa ketika mengalami stres dan kecemasan, seseorang bisa menggunakan astrologi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Disisi lain, ternyata kolom astrologi pertama yang diposting pada surat kabar adalah pada masa di mana orang-orang mengalami gangguan depresi pada Agustus 1930.
Kemudian pada tahun 2020 di tengah krisis keuangan, orang-orang mencari ahli untuk memprediksi masa depan mereka. Misalnya terkait tentang apa yang akan terjadi di hidupnya setelah ini.
Berdasarkan dari pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa ketidakstabilan emosi dapat membuat orang berpikir bahwa zodiak adalah sebuah solusi.
3. Mencari Kepastian
Dilansir dari THE SWDL, faktor lainnya yang membuat orang mempercayai zodiak adalah tidak menyukai berada dalam situasi yang tidak pasti.
Dalam penelitian memperlihatkan bahwa tidak mengetahui apa yang mungkin akan terjadi bisa membuat seseorang lebih stres daripada mengetahui sesuatu yang buruk pasti terjadi.
Pada intinya seseorang memerlukan ketenangan. Jika terdapat hal-hal buruk yang diketahuinya, maka Ia tidak perlu merasa terkejut sebab sudah memperkirakannya. Setidaknya ini bisa memperkuat mental.
Selain itu, mempercayai zodiak juga bisa membantu seseorang mengontrol perasaan menjadi lebih positif.
Dengan membaca hal-hal yang baik terkait diri sendiri, maka akan membawanya kepada energi yang baik pula. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey