Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Psikologi Ungkap 8 Karakter yang Dimiliki Mereka yang Selalu Mengkritik, Tapi Tak Mau Dikriktik

Tina Mamangkey • Jumat, 8 November 2024 | 12:09 WIB
Ilustrasi, Orang yang sering cepat memberikan kritik, tetapi menolak ketika dirinya yang dikritik.
Ilustrasi, Orang yang sering cepat memberikan kritik, tetapi menolak ketika dirinya yang dikritik.

GORONTALOPOST - Orang-orang yang cenderung mengkritik sering kali dapat melihat kekurangan kecil di sekitar mereka—seperti bingkai foto yang tidak simetris atau pakaian yang tampak kurang serasi—namun, saat melihat ke dalam diri sendiri, mereka justru tidak menyadari kekurangannya. Mengapa hal ini terjadi?

Psikologi menunjukkan bahwa orang yang sering mengkritik orang lain namun enggan mengkritik dirinya sendiri memiliki beberapa ciri tertentu.

Berikut adalah delapan ciri yang kerap dimiliki oleh orang yang terlalu kritis terhadap orang lain.

1. Enggan Menerima Kritik

Banyak orang pernah mengalami kritik sebagai bagian dari hidup. Namun, bagi sebagian orang, menerima kritik adalah hal yang sangat sulit.

Orang dengan ciri ini sering cepat memberikan kritik, tetapi menolak ketika dirinya yang dikritik.

Penghindaran ini merupakan mekanisme perlindungan diri, yang didasari oleh rasa takut terlihat memiliki kekurangan.

2. Perfeksionisme yang Berlebihan

Perfeksionisme bisa saja terlihat sebagai sifat positif. Namun, pada orang yang suka mengkritik, kecenderungan ini bukan untuk memperbaiki diri sendiri, melainkan fokus mencari kesalahan orang lain.

Secara tidak sadar, mereka mencoba mengalihkan perhatian dari kekurangan pribadi dan menciptakan ilusi bahwa mereka lebih baik dari orang lain.

3. Sifat Kontrol yang Kuat

Orang yang sering mengkritik juga biasanya memiliki kebutuhan besar untuk mengendalikan.

Mereka cenderung ingin mengontrol bukan hanya hidupnya sendiri, tapi juga orang di sekitarnya.

Kritik menjadi alat bagi mereka untuk menciptakan dunia yang sesuai dengan keinginannya. Sayangnya, keinginan ini sering menimbulkan jarak dalam hubungan sosial.

4. Bias Negatif

Sifat alami manusia memang lebih sensitif terhadap hal negatif untuk bertahan hidup.

Namun, orang yang suka mengkritik cenderung memiliki bias negatif yang berlebihan.

Mereka lebih sering berfokus pada kekurangan dibandingkan melihat sisi positif.

Pola pikir negatif ini tak hanya membuat mereka terus-menerus mengkritik orang lain, tetapi juga mengurangi kebahagiaan dalam hidupnya.

5. Kurangnya Empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, dan ini menjadi dasar hubungan yang sehat.

Namun, bagi mereka yang sering mengkritik, empati terkadang sangat minim.

Mereka sulit memahami sudut pandang selain dari pandangannya sendiri.

Hal ini sering kali disebabkan oleh ketakutan untuk menghadapi emosi pribadi, yang membuat mereka tidak merasa perlu memahami orang lain.

6. Suka Bergosip

Gosip bisa menjadi alat untuk menghubungkan orang-orang. Namun, ketika fokus gosip beralih menjadi ajang memperlihatkan kekurangan orang lain, hal ini bisa menjadi racun.

Mereka yang suka mengkritik sering menggunakan gosip untuk memperkuat pandangan negatif tentang orang lain, yang pada akhirnya mengisolasi mereka dari hubungan yang tulus.

7. Kurangnya Kesadaran Diri

Kesadaran diri adalah memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri.

Bagi orang yang gemar mengkritik, kesadaran ini sering kali kurang. Mereka lebih suka menunjukkan kesalahan orang lain daripada memeriksa kekurangan diri sendiri.

Kekurangan kesadaran diri ini menjadi mekanisme perlindungan agar mereka tidak perlu menghadapi ketidaksempurnaan pribadi.

8. Sifat Kompetitif Berlebihan

Bagi sebagian orang, hidup seperti arena kompetisi. Orang dengan sifat ini melihat kritik sebagai cara untuk menegaskan bahwa mereka lebih baik dari orang lain.

Alih-alih saling mendukung, mereka justru lebih suka membandingkan dan menyoroti kelemahan orang lain.

---

Mengidentifikasi ciri-ciri ini bukan berarti melabeli seseorang sebagai “buruk.” Semua orang memiliki cara masing-masing dalam berinteraksi dengan lingkungan, termasuk mekanisme pertahanan diri.

Namun, dengan menyadari pola-pola ini, kita bisa belajar untuk berfokus pada perbaikan diri sendiri dan membangun hubungan yang lebih sehat. (bhd)

***

Editor : Tina Mamangkey
#psikologi #mengkritik #Sering #orang lain #ciri