GORONTALOPOST - Sejak ribuan tahun yang lalu, manusia telah memanfaatkan binatang untuk kebutuhan sehari-hari.
Sapi dan domba adalah contoh yang umum, namun beberapa binatang yang tidak lazim juga menjadi korban eksploitasi.
Dari pengolahan ular piton hingga peternakan kucing, berikut adalah beberapa fakta mengejutkan tentang pemanfaatan binatang di berbagai belahan dunia.
Proses Kulit Ular Piton di Malaysia
Pemanfaatan kulit binatang seperti sapi atau kambing sudah umum, tapi tahukah Anda bahwa ular piton juga dieksploitasi? Di Teluk Intan, Malaysia, banyak warga yang berprofesi sebagai penangkap ular piton.
Mereka menempatkan perangkap di sekitar kebun sawit, menangkap ular, dan menjualnya ke pengepul.
Ular-ular ini kemudian diproses untuk diambil kulitnya. Prosesnya meliputi pemotongan, penggantungan, dan pengisian ular dengan udara sebelum kulitnya direntangkan dan dikeringkan.
Kulit ular piton yang kering kemudian dikirim ke pabrik pengolahan untuk proses lebih lanjut hingga menjadi produk fashion seperti tas dan sepatu yang populer di Eropa, terutama Jerman.
Proses Daging Kucing di Cina dan Vietnam
Di beberapa wilayah di Cina dan Vietnam, konsumsi daging kucing adalah hal yang lumrah meskipun ilegal.
Diperkirakan 4 juta kucing dibunuh setiap tahun di Cina untuk dikonsumsi. Kebanyakan kucing ini adalah kucing liar atau bahkan kucing peliharaan yang dicuri.
Mereka ditampung di kandang kecil dan dibunuh dengan cara yang kejam sebelum diolah menjadi makanan.
Peternakan Kecoa di Cina
Kecoa mungkin dianggap menjijikan, tetapi di Cina, terdapat peternakan kecoa terbesar di dunia.
Jutaan kecoa diternak untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai obat tradisional yang dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit.
Kini, kecoa-kecoa ini diproses menjadi kapsul obat dan juga digunakan sebagai bahan makanan.
Peternakan kecoa modern juga membantu mengurangi sampah makanan dari restoran dan pasar, menjadikannya solusi yang cukup penting dalam pengelolaan limbah.
Pengumpulan Kotoran Kelelawar di Thailand
Selain dagingnya beredar, kotorannya juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Kotoran kelelawar, atau guano, dikenal sebagai pupuk tanaman yang sangat baik.
Di Thailand, ada orang-orang yang berprofesi sebagai pengumpul guano.
Mereka harus menghadapi risiko terpapar penyakit dan bahaya terjatuh dari tebing curam saat mengumpulkan kotoran ini dari gua-gua yang sulit dijangkau.
Guano kemudian dijual ke pabrik pupuk besar untuk diproses lebih lanjut.
Sarang Burung Walet di Asia Tenggara
Sarang burung walet adalah salah satu bahan makanan yang sangat mahal, dulu hanya dikonsumsi oleh bangsawan dan raja-raja.
Sarang ini dibuat oleh burung walet menggunakan air liurnya dan biasanya ditemukan di gua-gua atau tebing yang curam.
Karena risiko tinggi dalam pengumpulan sarang, banyak orang kini beralih menjadi peternak walet dengan membangun bangunan khusus.
Baca Juga: 7 Makna di Balik Meletakkan Sapu Tegak di Pintu
Sarang burung walet yang dikumpulkan kemudian disortir, dibersihkan, dan diproses lebih lanjut sebelum dijual di pasaran.
Sumber: SosialHits
Editor : Tina Mamangkey