Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Di Negara Ini, Satu Wanita Bisa Memiliki Banyak Suami

Tina Mamangkey • Kamis, 19 Desember 2024 | 07:23 WIB
Fakta menarik tentang wanita yang bisa menikahi banyak pria.
Fakta menarik tentang wanita yang bisa menikahi banyak pria.

GORONTALOPOST - Tradisi pernikahan di setiap negara tentu memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Salah satu tradisi yang cukup mencuri perhatian adalah di Nepal, di mana wanita diperbolehkan memiliki lebih dari satu suami.

Tradisi ini, yang dikenal dengan sebutan poliandri, memang terdengar asing, terutama bagi kita yang lebih mengenal konsep poligami, yaitu pria yang memiliki lebih dari satu istri.

Di Nepal, khususnya di beberapa wilayah pegunungan Himalaya, seorang wanita bisa menikahi hingga lima suami, yang setiap malam digilir sesuai tradisi.

Pernikahan Poliandri: Mengapa Bisa Terjadi?

Nepal, yang terletak di Asia Selatan di kawasan Himalaya, memiliki sistem pemerintahan yang unik.

Sebelumnya, negara ini merupakan monarki absolut hingga tahun 1990, sebelum akhirnya berubah menjadi negara republik.

Namun, meskipun perubahan pemerintahan telah terjadi, tradisi lama seperti poliandri masih dipertahankan di beberapa daerah terpencil.

Tradisi poliandri di Nepal memiliki akar budaya yang kuat. Menurut cerita rakyat, kisah Drupadi dalam epik Mahabharata yang memiliki lima suami dianggap sebagai inspirasi.

Masyarakat di wilayah Himalaya seperti di daerah Humla, Dulfah, dan Kosi di Nepal, menjalani tradisi ini dengan penuh hormat dan kesadaran akan nilai-nilai leluhur mereka.

Dalam praktiknya, wanita yang menikah lebih dari satu pria akan digilir setiap malam, mirip dengan sistem yang ada pada kisah Drupadi yang bersuamikan lima Pandawa.

Pada zaman dahulu, tradisi poliandri muncul sebagai solusi untuk mencegah kepemilikan tanah oleh banyak keluarga atau meningkatkan ketahanan dalam menghadapi kondisi geografis dan ekonomi yang sulit.

Namun, meskipun tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun, pada masa sekarang, poliandri mulai terkikis oleh modernisasi, terutama di kota-kota besar dan desa-desa yang lebih terbuka terhadap pengaruh luar.

Tradisi ini masih bertahan di desa-desa terpencil, di mana masyarakatnya lebih menjaga dan menghormati adat yang telah ada.

Selain tradisi poliandri, wanita Nepal juga memainkan peran penting dalam pelestarian budaya dan tradisi.

Mereka aktif dalam upacara-upacara keagamaan, festival, serta ritual budaya lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, wanita Nepal sering kali menjadi pilar keluarga, menunjukkan ketahanan dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup, termasuk bencana alam.

Di bidang politik, meskipun Nepal telah lama memiliki sistem multipartai setelah mengakhiri monarki absolut pada tahun 1990, wanita Nepal kini memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berperan.

Banyak wanita Nepal yang terpilih menjadi anggota parlemen, baik di majelis rendah maupun majelis tinggi. Selain itu, sistem kotak pemilihan khusus di parlemen memastikan bahwa sejumlah kursi dialokasikan untuk wanita, sebuah langkah untuk mengatasi ketidakseimbangan gender dalam politik.

Selain di politik formal, banyak wanita Nepal juga terlibat dalam aktivisme sosial, memperjuangkan kesetaraan gender, hak-hak wanita, dan isu-isu sosial lainnya.

Kumari: Dewi Hidup yang Dipuja

Keunikan lain dari tradisi Nepal adalah ritual mengenai "Kumari", yaitu anak gadis yang belum mengalami pubertas dan dipilih untuk menjadi Dewi hidup.

Tradisi ini telah ada sejak abad ke-12 hingga abad ke-17, dan setiap kota di Kathmandu memiliki seorang Kumari.

Anak perempuan yang dipilih sebagai Kumari dianggap sebagai perwujudan Dewi Taleju yang memberikan perlindungan bagi kota dan penduduknya.

Namun, setelah mengalami menstruasi pertama, status Kumari berakhir, dan ia akan kembali menjadi anak biasa.

Kumari adalah simbol kesucian, dan selama masa jabatannya, ia mendapat kehormatan tinggi dalam masyarakat Nepal.

Banyak pejabat tinggi, termasuk pemimpin dari berbagai negara, datang untuk memuja Kumari dan memohon berkahnya. Proses pemilihan Kumari juga cukup unik, di mana sejumlah anak perempuan balita akan berkumpul dan berdoa di dalam ruangan gelap untuk memilih yang paling layak.

---

Tradisi poliandri di Nepal, meskipun terdengar aneh bagi banyak orang, merupakan bagian dari kekayaan budaya yang unik di negara ini.

Tradisi ini bukan hanya soal pernikahan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat Nepal menjaga dan menghormati nilai-nilai leluhur mereka.

Seiring berjalannya waktu, meskipun banyak aspek kehidupan di Nepal yang mulai modern, tradisi-tradisi seperti poliandri dan pemilihan Kumari tetap hidup di desa-desa terpencil.

Bagi para wisatawan yang tertarik untuk memahami lebih dalam tentang budaya dan tradisi ini, Nepal menawarkan pandangan yang unik mengenai kehidupan masyarakatnya yang kaya akan sejarah dan ritual.

Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi Nepal dan menyaksikan langsung keunikan tradisi ini?

Sumber: Sisi Dunia

Editor : Tina Mamangkey
#Memiliki #Banyak #poliandri #suami #wanita #Nepal