GORONTALOPOST - Stres bukan cuma soal perasaan tertekan. Ternyata, stres kronis bisa benar-benar mengubah cara kerja otak.
Peneliti menyebut bahwa stres berkepanjangan dapat mengganggu sistem memori, bahkan bisa bikin seseorang sulit membedakan mana fakta dan mana khayalan.
Menurut ScienceDaily, stres berdampak langsung ke hippocampus, bagian otak yang bertugas menyimpan dan memproses memori.
Akibatnya, ingatan masa lalu bisa berubah tanpa disadari, dan ini sering membuat orang merasa bingung, cemas, atau salah menilai situasi.
Penelitian juga menemukan bahwa stres bisa memperbesar risiko trauma psikologis dan gangguan kecemasan.
Saat seseorang merasa tertekan terus-menerus, tubuh akan memproduksi hormon kortisol secara berlebihan.
Hormon ini jika terlalu banyak bisa “merusak” jaringan otak yang bertugas mengatur emosi dan logika.
Medical News Today mencatat bahwa kortisol dalam jumlah besar bisa menurunkan volume otak, terutama di area yang penting untuk memori dan konsentrasi.
Banyak orang yang mengalami stres kronis merasa lebih cepat lupa, mudah tersinggung, bahkan sulit tidur.
Stres yang berlangsung terus menerus juga bisa mengganggu daya ingat jangka pendek maupun jangka panjang.
Baca Juga: Terungkap! Mengapa Perubahan Waktu Bikin Kita Stres & Mudah Depresi
Efek ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga pada remaja dan anak-anak yang hidup di lingkungan penuh tekanan.
Dalam penelitian yang dimuat di Scientific Reports, stres juga membuat koneksi antar bagian otak menjadi tidak stabil.
Ini menyebabkan memori yang disimpan otak bisa berubah atau "tertukar", seperti lupa letak barang atau salah mengingat isi percakapan.
Beberapa penderita stres bahkan merasa ingatan masa kecil mereka berubah atau kabur.
Ini disebut sebagai memory distortion, yaitu perubahan memori karena tekanan emosional dan stres yang berkepanjangan.
Tak sedikit pula yang mengalami halusinasi ringan karena otak mereka mencoba mengisi bagian-bagian memori yang kosong.
Jika terus dibiarkan, stres dapat menyebabkan burnout, depresi, bahkan risiko Alzheimer di usia tua.
Para ahli menyarankan pentingnya manajemen stres sejak dini agar otak tetap sehat dan ingatan tetap tajam.
Cara sederhana seperti tidur cukup, olahraga rutin, dan membatasi gadget bisa bantu menurunkan kadar stres.
Berbicara dengan orang terdekat atau profesional juga bisa menjadi cara efektif untuk mengurangi tekanan.
Karena ingatan adalah bagian penting dari hidup kita, menjaga kesehatan mental juga berarti menjaga jati diri kita.
(rm)
Editor : Priska Watung