Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Menjahit di Malam Hari: Benarkah Bisa Menjahit Nasib Buruk Masuk ke Dalam Hidup?

Priska Watung • Senin, 25 Agustus 2025 | 14:50 WIB
Photo
Photo

GORONTALOPOST - Bagi sebagian orang, menjahit di malam hari dianggap hal biasa. Namun, di balik itu ada mitos lama yang menyebut bisa membawa kesialan.

Konon, aktivitas menjahit setelah matahari terbenam dipercaya sama saja dengan menjahit nasib buruk masuk ke dalam hidup si penjahit.

Mitos ini berkembang di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, Jepang, hingga Filipina. Setiap budaya punya versinya masing-masing.

Di Indonesia, orang tua dulu sering melarang anak perempuan menjahit malam hari karena dianggap bisa membuat rezeki seret.

Ada juga kepercayaan bahwa benang dan jarum yang digunakan saat malam bisa "mengikat" roh halus yang berkeliaran.

Roh halus itu dipercaya bisa menempel pada pakaian atau kain yang sedang dijahit, lalu membawa gangguan ke rumah.

Di Jepang, mitos ini dikenal dengan nama Yoru Nui yang berarti "menjahit malam". Diyakini bisa mengundang roh penasaran mendekat.

Menurut beberapa catatan budaya, larangan ini juga berhubungan dengan faktor kesehatan mata di masa lalu.

Zaman dulu, penerangan hanya menggunakan lampu minyak atau lilin. Menjahit di malam hari berisiko merusak mata.

Baca Juga: Menyapu Rumah di Malam Hari: Dibilang Buang Rezeki, Ternyata Ini Rahasia di Baliknya!

Selain itu, bekerja dengan jarum di cahaya temaram juga rawan menyebabkan luka karena tusukan yang tak terlihat jelas.

Dari sisi simbolis, benang dan jarum dianggap sebagai lambang takdir dan jalan hidup. Itulah sebabnya mitos ini begitu kuat.

Masyarakat Jawa bahkan percaya, gadis yang sering menjahit malam hari akan sulit mendapatkan jodoh.

Sebaliknya, kalau menjahit dilakukan siang atau sore, dipercaya bisa membawa keberuntungan dan keharmonisan keluarga.

Dalam budaya Filipina, mitos ini mirip. Mereka percaya jarum yang jatuh saat malam bisa menjadi jalan masuk roh jahat.

Di era modern, tentu banyak orang tak lagi mempercayai hal ini. Menjahit malam hari dianggap hal biasa saja.

Namun, nilai budaya dari mitos ini tetap menarik dipelajari karena merefleksikan kekhawatiran orang tua di masa lalu.

Mitos tersebut juga bisa dibaca sebagai pesan moral agar orang tidak memaksakan diri bekerja terlalu larut malam.

Dalam dunia psikologi, larangan semacam ini bisa dianggap bentuk kontrol agar anak cukup istirahat dan tidak kelelahan.

Sampai sekarang, sebagian masyarakat masih ada yang merasa was-was jika harus menjahit di malam hari.

Apakah benar mitos itu nyata atau hanya cerita turun-temurun, kembali lagi pada kepercayaan masing-masing.

Yang jelas, mitos menjahit di malam hari menjadi salah satu warisan budaya yang memperkaya cerita kehidupan sehari-hari kita.

(rm)

Editor : Priska Watung
#MenjahitMalamHari #MitosSehariHari #CeritaMistik #tradisi #budaya