Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Jelang MWC 2026, Tecno Perkenalkan Konsep Smartphone Modular Futuristik

Priska Watung • Jumat, 27 Februari 2026 | 12:22 WIB

Konsep Ponsel Modular Super  Tipis Techno
Konsep Ponsel Modular Super Tipis Techno

GORONTALOPOST - Menjelang gelaran Mobile World Congress 2026, Tecno membuat kejutan dengan memamerkan konsep ponsel modular super tipis setebal hanya 4,9 mm. Di tengah tren smartphone yang kian seragam, konsep ini tampil sebagai eksperimen berani yang mencoba mendefinisikan ulang cara perangkat berkembang—tanpa harus menjadi lebih tebal dan berat.

Perangkat konsep ini dibangun di atas sistem baru bernama Modular Magnetic Interconnection Technology. Alih-alih mengusung modul besar dan berat seperti pendekatan modular generasi lama, Tecno memilih format yang lebih ramping, praktis, dan mendukung sistem hot-swap. Artinya, aksesori bisa dilepas dan dipasang dengan mudah tanpa mematikan perangkat.

Secara desain, ponsel ini mengusung rangka metal dengan panel belakang kaca matte yang terbagi secara visual ke dalam delapan zona modular. Zona-zona ini menjadi panduan pemasangan aksesori magnetik yang terintegrasi rapi, bukan sekadar tempelan tambahan.

Modul yang Diperkenalkan

Beberapa modul yang dipamerkan antara lain:

Pendekatan ini memungkinkan peningkatan fungsi—mulai dari fotografi jarak jauh hingga kebutuhan daya tambahan—tanpa mengorbankan ergonomi secara ekstrem.

Teknologi di Balik Sistem Modular

Dari sisi teknis, sistem ini memadukan susunan magnet persegi panjang dengan konektor pogo-pin untuk suplai daya. Pogo-pin merupakan pin logam kecil dengan mekanisme pegas yang umum dipakai untuk transfer daya dan data pada perangkat presisi.

Dalam konsep Tecno, konektor ini diklaim mampu:

Sementara itu, komunikasi antara modul dan perangkat utama dilakukan melalui kombinasi Wi-Fi, Bluetooth, dan mmWave (millimeter wave). Spektrum frekuensi tinggi ini memungkinkan transfer data sangat cepat dalam jarak pendek, sehingga modul kamera atau aksesori berbasis AI dapat memproses data dengan latensi rendah.

Tecno juga menampilkan dua varian desain:

Keduanya mengusung estetika futuristik dengan tetap mempertahankan portabilitas sebagai prioritas utama.

Menjawab Dilema Smartphone Modern

Secara strategis, konsep ini mencoba menjawab dilema klasik smartphone modern: bagaimana menambah kemampuan—baik komputasi AI, fotografi jarak jauh, maupun daya tahan baterai—tanpa membuat perangkat semakin tebal dan berat.

Sejarah ponsel modular sebelumnya menunjukkan bahwa konsumen cenderung enggan menerima kompromi ergonomi demi fleksibilitas. Namun, dengan ketebalan dasar hanya 4,9 mm, Tecno seolah ingin menegaskan satu hal: fleksibilitas tidak harus identik dengan kompromi desain.

Meski masih berstatus prototipe, pendekatan ini terasa lebih realistis dibanding eksperimen modular satu dekade lalu. Di era ketika smartphone mulai terlihat homogen, konsep seperti ini menjadi pengingat bahwa evolusi bentuk perangkat belum mencapai garis akhir.

Terkadang, inovasi bukan soal menambahkan semua fitur dalam satu kotak, melainkan memberi kebebasan bagi pengguna untuk merakitnya sesuai kebutuhan.

(HL)

Editor : Priska Watung
#Tech News #Bocoran Smartphone #techno