GORONTALOPOST - Pertarungan hukum yang berlangsung lama antara Google dan Epic Games akhirnya mencapai titik akhir. Google mengumumkan sejumlah perubahan besar pada ekosistem Android yang diyakini akan memberikan fleksibilitas lebih luas bagi para pengembang aplikasi, sekaligus membuka peluang bagi hadirnya toko aplikasi pihak ketiga.
Pengumuman ini disampaikan melalui blog resmi Google serta pernyataan dari Presiden Android Ecosystem, Sameer Samat. Dalam kebijakan barunya, Google memperkenalkan beberapa perubahan penting terkait sistem pembayaran aplikasi, dukungan untuk toko aplikasi alternatif, hingga struktur biaya baru di Google Play.
Lebih Banyak Pilihan Sistem Pembayaran
Salah satu perubahan utama adalah kebebasan yang lebih besar bagi pengembang dalam menentukan metode pembayaran di aplikasi mereka.
Kini pengembang dapat:
-
Menggunakan sistem pembayaran Google Play bersamaan dengan sistem pembayaran milik mereka sendiri.
-
Mengarahkan pengguna untuk melakukan pembelian melalui situs web eksternal di luar aplikasi.
-
Memberikan opsi transaksi yang lebih fleksibel bagi pengguna tanpa harus sepenuhnya bergantung pada sistem Google.
Google menyebut langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan pilihan sekaligus tetap menjaga keamanan pengguna dalam bertransaksi.
Android Mulai Mendukung App Store Pihak Ketiga
Perubahan besar lainnya adalah dukungan yang lebih jelas terhadap toko aplikasi pihak ketiga di Android.
Google akan meluncurkan program baru bernama “sideloading qualified app stores” atau instalasi toko aplikasi yang telah terdaftar. Melalui sistem baru ini:
-
Pengguna akan melihat informasi apakah suatu app store telah terdaftar di Android.
-
Android akan menampilkan kemampuan toko aplikasi tersebut, termasuk kebijakan layanan, privasi, serta dukungan pelanggan.
-
Proses instalasi menjadi lebih transparan dan mudah dipahami oleh pengguna.
Namun, hanya toko aplikasi yang mendaftar dalam program resmi Google yang akan mendapatkan pengalaman instalasi baru tersebut. Sementara itu, toko aplikasi yang tidak mendaftar masih bisa dipasang melalui sideloading seperti sebelumnya, tetapi tetap dengan berbagai pembatasan keamanan yang sudah ada.
Program ini rencananya akan diluncurkan terlebih dahulu di luar Amerika Serikat, sebelum akhirnya diperluas ke negara tersebut setelah mendapatkan persetujuan pengadilan.
Struktur Biaya Baru di Google Play
Selain perubahan kebijakan distribusi aplikasi, Google juga mengumumkan struktur biaya baru untuk Google Play yang lebih rendah bagi sebagian pengembang.
Berikut rincian biaya yang diumumkan:
-
Biaya sistem pembayaran (Play Billing): 5% untuk wilayah Amerika Serikat, Inggris, dan kawasan Ekonomi Eropa.
-
Biaya layanan pembelian dalam aplikasi (In-App Purchase):
-
20% untuk instalasi aplikasi baru.
-
20% untuk transaksi dari instalasi lama bagi pengembang yang mengikuti program khusus.
-
15% untuk transaksi dari instalasi baru bagi pengembang yang mengikuti program tersebut.
-
-
Biaya langganan berulang: sekitar 10%.
Sebagai tambahan, Google juga memperkenalkan program baru seperti Apps Experience Program dan pembaruan pada Google Play Games Level Up Program. Program ini dirancang untuk mendorong pengembang menciptakan aplikasi dengan kualitas pengalaman pengguna yang lebih baik di berbagai perangkat Android.
Jadwal Penerapan Kebijakan
Perubahan biaya ini akan diterapkan secara bertahap di berbagai wilayah dunia:
-
30 Juni: Amerika Serikat, Inggris, dan Kawasan Ekonomi Eropa
-
30 September: Australia
-
31 Desember: Korea Selatan dan Jepang
-
30 September 2027: Peluncuran global
Sementara itu, fitur “Registered App Stores” dijadwalkan hadir bersama rilis besar Android berikutnya pada akhir tahun ini, yang diperkirakan adalah Android 17 atau pembaruan lanjutan dari sistem operasi tersebut.
Dengan perubahan ini, Google tampaknya mulai membuka ekosistem Android lebih luas bagi pengembang dan distributor aplikasi. Langkah tersebut juga dinilai sebagai upaya meredakan ketegangan yang selama ini muncul akibat persaingan dan sengketa hukum dengan Epic Games.
(HL)
Editor : Priska Watung