Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

BRJP Demo Kerusakan Lingkungan

Administrator • Kamis, 6 Agustus 2020 | 09:26 WIB
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BRJP) Provinsi Gorontalo menggelar aksi demonstrasi terkait kerusakan lingkungan yang menyebabkan banjir di Kota Gorontalo, Rabu (5/8/2020). (ist)
Barisan Relawan Jalan Perubahan (BRJP) Provinsi Gorontalo menggelar aksi demonstrasi terkait kerusakan lingkungan yang menyebabkan banjir di Kota Gorontalo, Rabu (5/8/2020). (ist)
gorontalopost.co.id, GORONTALO – Selain mempersoalkan bencana banjir yang terus melanda Gorontalo, Barisan Relawan Jalan Perubahan (BRJP) Provinsi Gorontalo. Ikut melakukan demo di Kantor Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Gorontalo yang berada di Jalan Sudirman Kota Gorontalo,Rabu (5/8/2020). Dalam tuntutannya yang diterima langsung kepala BP2JK Gorontalo, BRJP meminta agar pemenang tender pelaksanaan proyek revitalisasi pasar sentral Kota Gorontalo dibatalkan. Karena pemenang tender proyek senilai Rp 62 miliar ini terindikasi terlibat kasus dugaan korupsi. Sementara itu sebelumnya masa aksi mendatangi kantor walikota. Dalam orasinya mereka menuntut agar ada tindakan tegas dari seluruh Pemerintah Provinsi maupun daerah yang menyebabkan banjir terus terjadi. Masalah terbesar yang menjadi pemicu banjir adalah pembabatan pohon dan perusakan lingkungan yang terjadi di hulu sungai Bone. Sekretaris Barisan Relawan Jalan Perubahan Provinsi Gorontalo, Paris Djafar, mengatakan masalah banjir yang sering terjadi dikarenakan aktivitas pembabatan hutan yang sering terjadi di bagian hulu. Jika hal itu terus dibiarkan, maka tanggul darurat yang sedang dikerjakan hanya akan sia-sia. Alasannya lingkungan yang rusak akan terus menyebabkan banjir. Massa aksi berharap, Pemkab Bone Bolango bersama Pemkot Gorontalo dan Pemprov Gorontalo hingga seluruh pihak, dapat menggelar rapat koordinasi yang jelas dan tegas. Dengan begitu penanganan banjir secara cepat, bisa menyentuh ke akar permasalahan. Menanggapi tuntutan masyarakat, Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid mengatakan, ada berbagai penyebab terjadinya banjir. Yaitu pepohonan yang berkurang, penyempitan drainase dan badan sungai, hingga sampah yang berserakan di sungai.(tr-03) Editor : Administrator
#DEMO GORONTALO