Gorontalopost, KOTA GORONTALO - Kawasan Murni, yang lama dikenal sebagai simpul aktivitas ekonomi dan perbankan di jantung Kota Gorontalo, kini menampakkan wajah baru.
Baca Juga: TPP Desember 2025 Cair Rp 6 Miliar, Adhan Pastikan ASN Kota Gorontalo Sambut Nataru Tanpa Cemas
Renovasi yang rampung pada akhir 2025 semestinya jadi penanda selesai pekerjaan.
Namun, bagi Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea, kata tuntas belum cukup tanpa kata layak.
Kemarin siang (24/12/2025), ia memilih meninjau langsung hasil pekerjaan, di bawah terik matahari,
tanpa sekat birokrasi, untuk melihat mutu yang sebenarnya bukan mutu versi laporan.
Gaya inspeksi “tanpa jeda kertas” itu menegaskan karakter kepemimpinan Adhan, pembangunan harus diuji di lapangan, bukan di meja rapat.
Ia ingin memastikan renovasi menghadirkan kebanggaan visual, bersih,
dan tertata sebagai ruang publik strategis, bukan sekadar proyek yang selesai sesuai kalender anggaran.
Bagi Adhan, ruang kota adalah etalase martabat pemerintah, yang dibaca warga setiap hari lewat mata, bukan lewat sambutan seremonial.
Meski dinyatakan rampung, ia menemukan beberapa titik yang mengganggu kualitas estetika dan fungsi kawasan.
Kutipan kritiknya kini diubah agar lebih tajam dan mewakili pesan publik: “Kalau kita mau wajah kota berubah, standar kita juga harus berubah.
Bagian yang merusak pemandangan harus berani dihapus dulu, baru kita bicara bangga,”ujarnya saat evaluasi lapangan.
Baca Juga: Pra-Natal di Gereja Sion Wonggahu Berlangsung Damai dan Kondusif
Ia menyoroti area belakang Bank SulutGo (BSG) yang menurutnya masih menampilkan kesan kumuh dan tidak konsisten dengan hasil penataan sisi lainnya.
Adhan kembali menegaskan Jangan wariskan pekerjaan setengah jadi ke tahun baru.
"Bongkar yang buruk, samakan standar, rapikan dari belakang ke depan. Kota ini harus menang utuh, bukan menang sebelah,” tegasnya. (Mg-03).
Editor : Azis Manansang