Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Istri Sunyoto Indra Prayitno Ungkap Niat Jahat Sudah Terlihat Sejak Awal Perjanjian

Tina Mamangkey • Rabu, 9 Agustus 2023 | 13:11 WIB
Syarah dan suaminya, Sunyoto Indra Prayitno, pelapor Mario Teguh dan Linna Susanto. (YouTube dr. Richard Lee)
Syarah dan suaminya, Sunyoto Indra Prayitno, pelapor Mario Teguh dan Linna Susanto. (YouTube dr. Richard Lee)

GORONTALOPOST - Syarah, istri dari Sunyoto Indra Prayitno yang melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan melibatkan Linna Susanto dan Mario Teguh, menyatakan bahwa dirinya merasa adanya niat jahat yang telah beredar sejak awal perjanjian.

Menurut Syarah, pihaknya tidak diberikan kesempatan untuk membaca keseluruhan MOU dan hanya diminta untuk menandatanganinya langsung. Lebih lanjut, dalam MOU tersebut terdapat tanggal yang tidak sesuai dengan hari ketika proses penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan.

Syarah mengungkapkan bahwa Mario Teguh menganggap kesalahan tanggal tersebut sebagai hal yang tidak penting, karena dinilai hanya sebagai formalitas.

Setelah mengalami masalah dengan Mario Teguh, Syarah baru menyadari adanya poin-poin dalam perjanjian yang sangat merugikannya.

Salah satunya adalah kewajiban bagi Syarah untuk membayar Rp 5 miliar jika pihak Mario Teguh atau Linna Susanto membatalkan kerja sama, tetapi jika pembatalan berasal dari pihak Syarah, ia harus membayar uang yang sama kepada Mario Teguh. Selain itu, Mario Teguh juga berhak mendapatkan 15 persen keuntungan dari perusahaan.

Syarah kuatir bahwa niat jahat pihak Mario Teguh sudah ada sejak awal perjanjian. Namun, ia tidak sadar akan hal ini karena kepercayaannya yang besar kepada Mario Teguh, yang dianggapnya sebagai seorang guru.

"Tidak mungkin orang tidak punya niat jahat dimulai dari perjanjian yang jahat. Niat yang jahat itu dilihat dari perjanjian yang jahat," ujar Syarah dalam sebuah podcast bersama dr. Richard Lee.

Dengan menghilangnya uang sekitar Rp 5 miliar miliknya, Syarah bertekad untuk berjuang mendapatkannya kembali. Namun, jika usaha tersebut tidak berhasil, ia akan pasrah dan mengandalkan rezeki dari jalan lain.

"Apakah uang itu akan kembali atau tidak, semuanya ada di tangan Allah. Jika tidak, semoga Allah memberikan rezeki berlimpah dari jalan lain," kata Syarah.

Konflik antara Syarah, suaminya Sunyoto Indra Prayitno, Mario Teguh, dan istrinya Linna Susanto berawal dari perjanjian kerja sama mereka. Namun, permasalahan yang muncul di tengah jalan membuat hubungan mereka retak.

Syarah mengklaim bahwa pihak Mario Teguh tidak menjalankan tugas-tugasnya meskipun sudah menerima uang muka sebesar Rp 1 miliar dan membayar cicilan bulanan sebesar Rp 100 juta, dengan total kontrak senilai Rp 5 miliar.

Sementara itu, Mario Teguh merasa diperdaya terkait asal usul produk perawatan kulit milik Syarah dan suaminya yang disebut sebagai produk Jepang, tetapi ternyata diproduksi di daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Selain itu, Mario Teguh juga mengkhawatirkan bahwa produk tersebut dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Kedua belah pihak telah mengambil langkah hukum sebagai respons terhadap permasalahan ini. Mario Teguh dan istrinya mengajukan gugatan perdata terkait perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 17 Mei 2023.

Di sisi lain, Syarah dan suaminya melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut diajukan pada tanggal 19 Juni 2023. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#mario teguh #Sunyoto Indra Prayitno #Syarah