Gorontalopost, PAGUAT – BPBD Kabupaten Pohuwato menyiapkan langkah tanggap darurat untuk menanggulangi dampak banjir di Kecamatan Paguat dan Dengilo akibat hujan deras yang melanda sejak Minggu sore (15/12/2024).
Sejumlah lokasi telah disiapkan sebagai tempat pengungsian sementara bagi 3.378 Korban warga terdampak.
Baca Juga: PT. Citra Lestari Gorontalo Sosialisasikan Program Kerja 2025 di Desa Zuriati
Kepala BPBD Pohuwato, Abdul Muthalib Dunggio, menyampaikan bahwa bekas Gedung Cabang Dinas Pendidikan dan BPU Kecamatan Paguat. Dipilih sebagai lokasi pengungsian utama karena dianggap aman dan mampu menampung banyak warga.
"Lokasi ini dipilih karena dapat menampung banyak warga terdampak, sementara kami juga menyiapkan tenda-tenda pengungsian di tempat lain," ujarnya.
Hingga saat ini, banjir yang menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Paguat dan Dengilo masih sebatas betis orang dewasa.
Meski demikian, BPBD telah mempersiapkan langkah evakuasi jika kondisi memburuk akibat curah hujan yang belum mereda.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang 11 Desa di Pohuwato, 2.842 jiwa Terdampak
“Kami tetap mengutamakan keselamatan warga dengan menyediakan tempat pengungsian yang aman dan nyaman, serta terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau kondisi terkini," tambah Abdul Muthalib.
Selain menyiapkan lokasi pengungsian, BPBD bersama Tagana, TNI/Polri, perangkat desa, dan relawan lainnya telah mempersiapkan kebutuhan dasar seperti dapur umum dan fasilitas kesehatan darurat.
Warga terdampak diminta untuk tidak menunda proses evakuasi demi keselamatan mereka.(Mg-08).
Editor : Azis Manansang