Gorontalopost, MARISA – Kepedulian sosial ditunjukkan Pani Gold Project saat musibah banjir menerjang Desa Tuweya, Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato.
Banjir yang terjadi pada Jumat malam (20/6/2025) sekitar pukul 22.00 WITA itu disebut- sebut sebagai yang terbesar dalam tiga dekade terakhir menurut warga setempat.
Baca Juga: Mustafa Yasin Klarifikasi Isu Penahanan di Arab Saudi, Saya Baik-Baik Saja di Mekkah
Zain, warga yang telah menetap selama 30 tahun di desa itu, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang datang tak lama setelah bencana.
“Ini bukan sekadar bantuan, tapi bukti nyata kepedulian. Kami merasa tidak sendiri,” ucap Zain.
Saat menerima paket logistik secara simbolis bersama beberapa warga lainnya, didampingi Kepala Desa Tuweya, Daud S Adam.
Bantuan dari Pani Gold Project disalurkan pada Senin, 23 Juni 2025, dan diterima langsung oleh perwakilan desa.
Paket bantuan terdiri dari bahan kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, ikan kaleng, telur, serta gula pasir.
Bantuan tersebut kemudian disimpan di ruang kelas SDN 5 Wanggarasi yang saat ini dialihfungsikan menjadi posko darurat banjir.
Baca Juga: Gorontalo Go Digital, QRIS Tap Resmi Hadir, Transaksi Digital Kini Semakin Cepat dan Praktis
Suasana di sekitar lokasi menunjukkan dampak nyata dari bencana.
Kasur-kasur dijemur di pinggir jalan, perabotan dibersihkan, dan sejumlah ibu rumah tangga terlihat mencuci pakaian dan selimut di halaman rumah mereka.
Langkah cepat Pani Gold Project dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ini.
Mendapat apresiasi luas dari masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kondisi pasca-banjir.(Yod)
Editor : Azis Manansang