Gorontalopost, GORONTALO – Meskipun tidak berada dalam barisan partai pendukung, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Gorontalo.
Secara terbuka memberikan apresiasi terhadap kinerja dan terobosan Pemerintahan Gusnar Ismail–Idah Syaidah, khususnya dalam upaya memperjuangkan alokasi anggaran pusat untuk daerah.
Baca Juga: Dahlan Iskan Resmi Jadi Tersangka, Kasus Pemalsuan Surat dan TPPU Seret Nama Besar Eks Menteri BUMN
Hal ini disampaikan dalam Sidang Paripurna pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Selasa (8/7/2025), yang dipimpin Ketua DPRD
Thomas Mopili dan dihadiri oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Forkopimda, serta seluruh jajaran OPD.
“Kami salut dengan lompatan diplomasi Gubernur yang intens melakukan lawatan ke kementerian pusat hingga berhasil mengamankan alokasi anggaran sebesar Rp 100 miliar .
Dan itu belum termasuk hasil dari pertemuan terakhir di Kementerian Pariwisata,” ungkap Espin Tulie, Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan.
Selanjutnya terhadap RPJMD, Fraksi PDI Perjuangan menilai dokumen RPJMD kali ini telah memuat dasar filosofis, norma.
Dan asas pembangunan yang terarah dan partisipatif, dengan mengacu pada RPJPD, RPJMN, serta hasil musrenbang dan aspirasi masyarakat yang dikumpulkan melalui reses dan rapat dengar pendapat.
Espin menyatakan, RPJMD menjadi navigasi penting dalam pembangunan daerah lima tahun ke depan, sekaligus menjabarkan visi, misi, dan program kepala daerah terpilih.
“Kami melihat komitmen serius pemerintah dalam merancang arah pembangunan yang inklusif dan berbasis potensi daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Fraksi NasDem Kritik Keras RPJMD Gusnar–Idah, Abaikan Jagung, Visi Dinilai Dangkal dan Tak Strategis
Dalam sektor unggulan, Agro Maritim dan Green Economy, PDI Perjuangan menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian terpadu melalui konsep Agro Maritim 4.0, yang mengintegrasikan ekosistem darat, laut, dan udara.
Konsep ini, menurut PDIP, membutuhkan pendekatan lintas ilmu, kolaboratif, dan berbasis keberlanjutan.
“Peningkatan produksi jagung dan padi harus jadi prioritas, mengingat lahan pertanian terus menyusut akibat ekspansi properti.
Persoalan lingkungan seperti limbah perumahan juga harus dijawab lewat ekonomi sirkular,” papar Espin.
Untuk sektor Pendidikan, Kesehatan dan Digitalisasi, PDI Perjuangan juga menekankan bahwa pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama.
Dengan pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, terutama di kawasan terpencil, pesisir, dan pedesaan.
Fraksi PDIP mendorong integrasi layanan primer untuk mengatasi pengangguran dan rendahnya partisipasi sekolah.
Dalam aspek tata kelola, Espin mendorong transformasi digital dalam pelayanan publik serta penguatan sistem meritokrasi untuk memastikan profesionalisme ASN dan menekan potensi penyalahgunaan kewenangan.
“Transformasi birokrasi tidak bisa ditawar. Pelayanan publik harus cepat, transparan, dan bebas dari praktik koruptif,” tegasnya.
Baca Juga: Fraksi Amanah Bangsa Dorong Inovasi dan Strategi Inklusif dalam RPJMD 2025–2029 Gorontalo
Berikutnya Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti tantangan perubahan iklim dan pentingnya ketahanan pangan berbasis sains dan lingkungan, terutama dalam menghadapi
ancaman kemiskinan ekstrem dan ketimpangan pangan.
“Pembangunan kita harus selaras dengan realita iklim. Ketahanan pangan lokal adalah kunci menghadapi krisis ke depan,” ujar Espin.
Sebagai penutup, PDI Perjuangan mengajak semua pihak agar penyempurnaan akhir RPJMD dilakukan melalui pendekatan pentahelix.
Strategis melibatkan unsur pemerintah, legislatif, akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat sipil.
“Kami berharap RPJMD ini bukan sekadar rencana, tapi benar-benar membawa Gorontalo ke arah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tutup Espin.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang